Biosintesis Asam Lemak: Fungal Fatty Acid Synthase (FAS)

Leave a comment

 

I.            Asam Lemak

Asam lemak adalah rantai hidrokarbon alifatik panjang yang memiliki gugus asam karboksilat. Panjang  rantai hidrokarbon asam lemak bervariasi dari 10 sampai 30 karbon. Rantai hidrokarbon ini bersifat nonpolar yang berfungsi untuk menyeimbangkan gugus asam karboksilat yang bersifat polar. Rantai hidrokarbon asam lemak biasanya berjumlah genap karena berkaitan denga tambahan dua karbon dari aseteil-CoA saat biosintesis asam lemak. Asam lemak dalam makhluk hidup berasal dari hidrolisis ikatan ester yang berasal dari lemak atau minyak, misalnya trigliserida.

Berdasarkan struktur rantai hidrokarbon, asam lemak terdiri dari asam lemak jenuh (saturated) dan asam lemak tak jenuh (unsaturated) (gambar I.1). Asam lemak jenuh, misalnya asam stearat, mempunyai rantai hidrokarbon yang lurus dan berikatan tunggal sedangkan asam lemak tak jenuh, misalnya asam linoleat, memiliki struktur rantai hidrokarbon yang bengkok dan memiliki ikatan rangkap. Karena struktur asam lemak jenuh lurus maka tipe asam lemak ini biasanya tersusun secara teratur satu sama lain, berwujud padat, dan memiliki titik leleh yang lebih tinggi. Berbeda dengan tipe asam lemak jenuh, tipe asam lemak tak jenuh mempunyai titik leleh yang lebih rendah, berwujud cair, karena memiliki struktur yang tidak teratur.

 

Gambar I.1 Struktur asam lemak jenuh dan tak jenuh

Fungsi asam lemak di dalam organisme adalah sebagai tempat penyimpanan energi, pembentuk komponen struktur pada membran lipid, dan komponen postranslasi pada sebagian protein yang berfungsi sebagai enzim.

 

II.            Fatty Acid Synthase (FAS)

Di dalam organisme asam lemak disintesis oleh mesin molekul yang sangat mengagumkan, yaitu enzim fatty acid synthase (FAS). FAS merupakan multienzim karena memiliki tujuh enzim yang mempunyai fungsi berbeda membentuk kompleks fatty acid synthase (gambar II.1).

 

Gambar II.1 Enzim penyusun kompleks FAS

 

Enzim Fungsi
Acyl carrier protein (ACP)

Acetyl-CoA–ACP transacetylase (AT)

Ketoacyl-ACP synthase (KS)

Malonyl-CoA–ACP transferase (MT)

Ketoacyl-ACP reductase (KR)

Hydroxyacyl-ACP dehydratase (HD)

Enoyl-ACP reductase (ER)

Membawa gugus asil melalui ikatan tioester

Mentransfer gugus asil dari CoA menuju KS

Melakukan reaksi kondensasi malonil dan CoA

Mentransfer malonil dari CoA ke ACP

Mereduksi gugus β-keto menjadi β-hidroksi

Menghilangkan air dari β-hidroksi-ACP

Mereduksi ikatan rangkap membentuk asil-ACP jenuh

 

Ketujuh enzim yang membangun kompleks FAS  meiliki sistem arsitektur molekul yang berbeda-beda pada masing-masing organisme (gambar II.2). Pada bakteri dan tanaman ketujuh enzim ini masing-masing dikode oleh gen yang berbeda sehingga terdiri dari tujuh polipeptida yang mempunyai tujuh aktifitas katalisis. Pada jamur dan ragi, enzim FAS terdiri atas dua polipeptida terpisah yang memiliki tujuh aktifitas katalisis. Sedangkan pada vertebrata, struktur FAS terdiri dari satu polipeptida panjang yang mempunyai tujuh aktifitas katalisis.

(i) tanaman, bakteri                           (ii) fungi, ragi                                                 (iii) vertebrata

 

Gambar II.2 Perbandingan arsitektur molekul FAS pada tanaman, bakteri, jamur, ragi dan vertebrata

 

Berdasarkan struktur enzimnya maka FAS diklasifikasikan menjadi dua sistem, yaitu FAS tipe I dan FAS tipe II. FAS tipe I terdiri dari satu atau dua polipeptida yang memiliki tujuh aktifitas enzim, misalnya terdapat pada fungi, ragi dan vertebrata. Sedangkan pada tumbuhan dan bakteri polipeptidanya terpisah sehingga digolongkan FAS tipe II.

 

III.            Biosintesis Asam Lemak

Pada biosintesis asam lemak diperlukan tiga karbon intermediet, yaitu malonil CoA. Pembentukan malonil-CoA berasal dari asetil-CoA dan bikarbonat yang dikatalisis oleh enzim asetil-CoA karboksilase.

Sintesis asam lemak (gambar III.1) dimulai dengan transfer asetil-CoA pada gugus cys-SH enzim ketoacyl-ACP synthase (KS). Proses transfer ini dikatalisis oleh enzim acetyl-CoA–ACP transacetylase (AT). Sedangkan malonil CoA ditransfer pada gugus ser-SH acyl carrier protein (ACP) melalui ikatan kovalen tioester.  Proses transfer ini dikatalisis olehe enzim malonyl-CoA–ACP transferase (MT). ACP adalah molekul protein kecil yang memiliki gugus prostetik 4’-phosphopantetheine dan terdapat  gugus tiol (SH) pada ujungnya. Gugus prostetik 4’-phosphopantetheine pada ACP memiliki lengan yang lentur sehingga memudahkan asam lemak intermediet berinteraksi dengan gugus asil ketika terjadi perpanjangan rantai asam lemak.

Selanjutnya, gugus malonil dan gugus asil yang teraktifasi melakukan reaksi kondensasi menghasilkan satu molekul CO2 dan acetoacetyl-ACP. Reaksi kondensasi ini dikatalisis oleh enzim  ketoacyl-ACP synthase (KS).

Acetoacetyl-ACP yang terbentuk pada tahap kondensasi kemudian mengalami reaksi reduksi gugus karbonil pada karbon C-3 membentuk  D-β-hydroxybutyryl-ACP.  Reaksi ini dikatalis oleh

ketoacyl-ACP reductase (KR), dan yang berperan sebagai donor elektron adalah NADPH.

Tahap selanjutnya adalah reaksi dehidrasi. Pada tahap ini satu molekul air dilepaskan dari karbon C-2 dan C-3 D-β-hydroxybutyryl-ACP membentuk ikatan ganda pada produknya trans-Δ2- butenoyl-ACP. Enzim yang mengkatalis reaksi dehidrasi adalah hydroxyacyl-ACP dehydratase (HD).

Tahap terakhir biosintesis asam lemak adalah reaksi reduksi ikatan ganda trans-Δ2- butenoyl-ACP membentuk butyryl-ACP. Reaksi reduksi ini dikatalisis oleh enzim enoyl-ACP reductase (ER). NADPH berperan sebagai donor elektron pada reaksi reduksi ini.

Keempat reaksi pada biosintesis asam lemak ini terus diulang-ulang sebanyak tujuh kali hingga mencapai jumlah karbon sekitar enam belas (asam palmitat), Sampai saat ini masih belum jelas diketahui kenapa biosintesis asam lemak berakhir sampai dengan 16 karbon. Reaksi keseluruhan biosintesis asam lemak dari asetil-CoA membentuk asam palmitat adalah

Acetyl-CoA + 7 malonyl-CoA + 14NADPH + 14H+ asam palmitat + 7CO           +  8 CoA + 14NADP+ + 6H2O

 

 

 

Gambar III.1 Biosintesis asam lemak

IV.            Struktur FAS Jamur

Struktur FAS jamur memiliki dua rantai, yaitu rantai α dan β (gambar IV.1). Rantai α terdiri atas enzim AT, ER, HD dan MP sedangkan domain β terdiri atas enzim KR, KS dan ACP. Rantai α tersusun atas 2080 residu asam amino dengan ukuran sekitar 231,8 kDa dan rantai β tersusun atas 1878 residu asam amino dengan ukuran sekitar 206,7 kDa.

 

Gambar IV.1 Struktur rantai α dan β  fatty acid synthase (FAS) jamur

Enzim FAS yang diisolasi dari fungi Thermomyces lanuginosus merupakan enzim FAS tipe I. Enzim  ini memiliki struktur raksasa α6β6 heterododekamerik dengan ukuran sekitar 2,6 megadalton. Dari gambar IV.2 terlihat bahwa struktur rantai alfa terdapat di tengah-tengah yang diapit oleh rantai beta. Tiga buah rantai beta terdapat di bagian atas dan tiga buah rantai beta sisanya terdapat di bawah sedangkan enam buah rantai alfa terdapat ditengah-tengah dari struktur 3D enzim FAS fungi. Struktur seperti ini memudahkan substrat yang dibawa oleh ACP untuk dikatalisis oleh ke enam enzim yang lain dalam biosintesis asam lemak.

 

Gambar IV.2 Struktur 3D fungal fatty acid synthase (FAS)

V.            Inhibitor FAS

Inhibitor enzim FAS berfungsi untuk menghambat biosintesis asam lemak. Inhibitor ini banyak digunakan sebagai anti-bakteri dan anti-fungi. Biosintesis asam lemak adalah target yang sangat cocok untuk pengembangan obat anti-bakteri dan anti-fungi. Hal ini berkaitan dengan terhambatnya biosintesis asam lemak yang sangat penting pada proses metabolisme bakteri dan jamur.

Beberapa senyawa alami dan buatan digunakan sebagai inhibitor FAS bakteri, diantaranya isoniazid yang digunakan sebagai obat anti-tuberkolosis, triklosan dan diazobarin yang diguanakan sebagai anti-mikroba. Mekanisme inhibisi isoniazid adalah dengan membentuk ikatan kovalen pada C-4 cincin nikotinamida enzim ER.  Triklosan dan diazobarin mempunyai mekanisme inhibisi yang sama yaitu berinteraksi dengan 2 hidroksi ribosa kofaktor NADPH enzim ER. Bedanya diazobarin membentuk ikatan kovalen dengan cincin nikotinamida sedangkan triklosan hanya membentuk ikatan nonkovalen.

Beberapa senyawa yang digunakan sebagai anti-jamur diantaranya cerulenin, platenimisin dan thiolaktomisin. Ceruleinin menginhibisi tahap reaksi ping enzim KS dengan cara membentuk ikatan kovalen dengan cys-1305 sedangkan platenimisin dan thiolaktomisin menginhibisi tahap reaksi pong enzim  KS (gambar V.1)

 

Gambar V.1 Inhibitor FAS

VI.            Referensi

Heath R.J., White S.W., Rock C.O., (2002) Inhibitors of fatty acid synthesis as antimicrobial chemotherapeutics. Appl Microbiol Biotechnol 58:695–703.

Jenni, S. et.al., (2007) Structure of fungal fatty acid synthase and implications for iterative substrate shuttling. Science 254:316.

Nelson, D.L., Cox, M.M., Lehninger principles of biochemistry, 4th Ed. Pg. 787-794.



Penghargaan Nobel Kedokteran dan Fisiologi Tahun 2009 Misteri Telomer dan Enzim Telomerase

1 Comment

Penghargaan Nobel Kedokteran dan Fisiologi Tahun 2009

Misteri Telomer dan Enzim Telomerase

Abstrak

Nobel kedokteran dan fisiologi tahun 2009 dianugrahkan kepada tiga orang ilmuan yang berhasil memecahkan masalah dalam bidang biologi yaitu bagaimana kromosom dilindungi dari degdradasi selama pembelahan sel. Penemuan telomer sebagai pelindung kromosom dan enzim telomerase sebagai enzim yang menyintesis telomer telah membuka babak baru dalam penelitian obat kanker dan misteri penuaan sel. Penyebab penuaan sel adalah memendeknya telomer. Pemendekan telomer menyebabkan sel berhenti membelah dan menyebabkan penuaan sel. Jika aktivitas telomerase tinggi maka panjang telomere bisa dipertahankan dan penuaan sel dapat ditunda. Selain itu penemuan aktivitas telomerase yang tinggi pada sel kanker meberikan gambaran tentang  bagaimana cara mematikan sel kanker.

Misteri Telomer Terpecahkan

Sekitar tahun 1930-an, Hermann Muller (peraih hadiah Nobel tahun 1946) dan Barbara McClintock (peraih Nobel tahun 1983) telah meneliti bahwa struktur DNA pada ujung kromosom, diperkirakan mencegah kromosom untuk melekat satu sama lain. Struktur DNA yang membentuk topi pada ujung kromosom tersebut disebut telomere. Telomer mempunyai urutan DNA yang khas dan spesifik pada setiap organisme.

Ketika sebuah sel membelah, molekul DNA, yang mengandung empat basa yang membentuk kode genetik, disalin, basa demi basa, oleh enzim polimerase. Namun, pada satu dari dua ujung DNA, permasalahan timbul yaitu pada bagian paling akhir dari ujung DNA tidak dapat disalin. Oleh karena itu, kromosom akan memendek setiap kali sel terbelah. Masalah ini dapat dipecahkan setelah diketahui peran dan fungsi telomer oleh peraih penghargaan nobel kedokteran dan fisiologi pada tahun 2009.

DNA Telomer Melindungi Kromosom dari Degdradasi

Pada awal karirnya Elizabeth Blackburn memetakan urutan DNA. Saat mempelajari kromosom Tetrahymena, sebuah organisme satu sel siliata, dia mengidentifikasi sebuah urutan DNA yang diulang-ulang beberapa kali pada ujung kromosom. Fungsi urutan ini, CCCCAA, masih belum jelas. Pada waktu yang sama, Jack Szostak telah membuat penelitian bahwa sebuah molekul DNA linier, sebuah tipe monokromosom, didegradasi secara cepat saat dimasukan ke sel ragi.

Blackburn mempresentasikan hasilnya pada sebuah konferensi pada tahun 1980. Ia mengajak Jack Szostack kemudian Jack dan Blackburn memutuskan untuk melakukan eksperimen menembus batas spesies yang sangat jauh berbeda. Melalui DNA Tetrahymena, Blackburn mengisolasi urutan CCCCAA. Szostac memasangkannya dengan minikromosom dan memasukkannya ke dalam sel ragi. Hasilnya, yang telah dipublikasikan pada tahun 1982, sangat mengejutkan – urutan telomer DNA melindungi minikromosom dari degradasi. DNA telomer dari satu organisme, Tetrahymena, melindungi kromosom suatu organisme yang sangat jauh berbeda, ragi. Hal ini memperlihatkan sebuah keberadaan mekanisme dasar yang tidak diketahui sebelumnya. Kemudian, hal ini menjadi bukti bahwa telomer DNA dengan urutan khasnya terdapat pada seluruh tumbuhan dan hewan, dari amuba hingga manusia

Gambar 1. Telomer Tetrahymena

Enzim Telomerase Menyintesis Telomer

Carol Greider, seorang mahasiswa S1, dan supervisor Blackburn memulai menginvestigasi sebuah kemungkinan bahwa pembentukan telomer DNA dipengaruhi oleh suatu enzim yang belum diketahui. Pada hari Natal tahun 1984, Greider menemukan tanda-tanda aktivitas enzim pada ekstrak sel. Greider dan Blackburn menamakannya enzim telomerase, memisahkannya, dan menunjukkan bahwa enzim juga mengandung RNA seperti halnya protein. Komponen RNA dibuktikan mengandung urutan CCCCAA. Enzim ini berperan sebagai cetakan saat telomer dibentuk, saat komponen protein dibutuhkan untuk proses konstruksi contohnya aktivitas enzim. Telomerase memperpanjang telomer DNA, menyediakan tempat yang membuat DNA polimerase dapat mencetak keseluruhan panjang kromosom tanpa kehilangan bagian pada ujungnya.

Gambar 2. Mekanisme enzim telomerase dalam menyintesis telomere

Telomer Menunda Penuaan Sel

Peneliti saat ini mulai meneliti apa peran telomer di sel. Kelompok Szostak mengidentifikasi sel ragi yang termutasi dapat menyebabkan pemendekan bertahap dari telomer. Beberapa sel tumbuh dengan buruk dan berhenti membelah. Blackburn dan asistennya membuat mutasi pada RNA telomerase dan meneliti efek yang sama pada Tetrahymena. Pada kedua kasus tersebut, hal ini menimbulkan penuaan sel prematur – penurunan fungsi sel akibat penuaan. Sebaliknya, telomer fungsional malah mencegah kerusakan kromosom dan memperlambat penuaan sel. Selanjutnya, kelompok Greider memperlihatkan bahwa penuaan sel manusia diperlambat oleh telomerase. Penelitian tentang ini telah banyak dan saat ini diketahui bahwa urutan DNA pada telomer menarik protein yang membentuk penutup protektif di sekeliling ujung untai DNA yang rapuh.

Peran Telomer Dalam Membunuh Sel Kanker

Penelitian ini memiliki dampak yang besar pada komunitas ilmuwan. Banyak ilmuwan berspekulasi bahwa telomer memendek dapat merupakan alasan penuaan, tidak hanya sel individual tapi juga pada organisme secara umum. Akan tetapi proses penuaan telah berubah menjadi kompleks dan saat ini dipikirkan bergantung pada beberapa faktor yang berbeda, telomer salah satu diantaranya. Penelitian di wilayah ini akan semakin banyak.

Kebanyakan sel normal tidak membelah terlalu sering, oleh karena itu kromosom tidak punya risiko memendek dan tidak membutuhkan aktivitas telomerase yang tinggi. Sebaliknya sel kanker memiliki kemampuan untuk membelah tidak terbatas dan juga memelihara telomernya. Bagaimana sel kanker menghindar dari penurunan fungsi seluler karena penuaan? Satu penjelasan menjadi jelas dengan penemuan bahwa sel kanker smemiliki aktivitas telomerase yang tinggi. Beberapa penelitian belum dilakukan pada wilayah ini, termasuk percobaan klinis untuk mengevaluasi vaksin yang melawan langsung sel dengan aktivitas telomerase meningkat.

Beberapa penyakit menurun saat ini diketahui menjadi penyebab defek pada telomer, contohnya anemia aplastik kongenital. Penyakit turunan tertentu dari kulit dan paru-paru juga disebabkan oleh kerusakan telomerase.
Kesimpulan, penelitian Blackburn, Greider dan Szostak telah membuka dimensi baru pada pemahaman kita mengenai sel, mekanisme penyakit, dan merangsang pengembangan terapi potensial baru.

Referensi:

1. Szostak JW, Blackburn EH. Cloning yeast telomeres on linear plasmid vectors. Cell 1982; 29:245-255.

2. Greider CW, Blackburn EH. Identification of a specific telomere terminal transferase activity in Tetrahymena extracts. Cell 1985; 43:405-13.

3. Greider CW, Blackburn EH. A telomeric sequence in the RNA of Tetrahymena telomerase required for telomere repeat synthesis. Nature 1989; 337:331-7.

4.  Nobelforsamlingen, The Nobel Assembly at Karolinska Institute, 2009: http://nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/2009/press.html

5. Prima Almazini, 2009: http://myhealing.wordpress.com/2009/11/08/nobel-kedokteran-2009-misteri-telomer-terpecahkan/

Resume Presentasi 3: DNA fingerprint, Variasi DNA, Regulasi gen, Cross Species Recombinant dan Mental Disorder

Leave a comment

  1. DNA fingerprint oleh Meri Christina

DNA fingerprint atau yang lebih dikenal dengan sidik jari DNA adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kekhasan pola DNA setiap individu khususnya dalam bidang forensik. DNA fingerprint setiap individu berbeda-beda sehingga dapat digunakan sebagai bukti forensik pada kasus kejahatan. Tes DNA ini bisa digunakan DNA yang terdapat pada inti sel atau DNA mitokondria. Namun DNA inti yang sering digunakaan karena DNA mitokondria sering mengalami mutasi.

Metode analisis DNA fingerprint dimulai dengan isolasi DNA, kemudian sampel DNA diamplifikasi dengan menggunakan PCR. Sampel DNA 1 nanogram saja sudah cukup karena dengan menggunakan PCR, DNA bisa diamplifikasi dalam jumlah yang sangat banyak dan meningkat secara eksponensial.

Selanjutnya kopi DNA hasil PCR danalisis dengan mengguanakan elektroforesis. Karena pola migrasi DNA fingerprint setiap individu berbeda maka analisis ini digunakan sebagai landasan untuk uji forensik pada kasus kejahatan. Seorang pelaku pemerkosa akan diketahui memiliki pola migrasi  yang sama dengan DNA inti pada spermanya.  Oleh karena itu DNA fingerprint sangat berguna dalam bidang forensik.

2. Variasi DNA oleh Hidawati

Salah satu contoh yang menyebakan variasi DNA adalah terjadinya mutasi. Mutasi ini sering terjadi pada DNA inti dan DNA mitokondria. Namun DNA mitokondria memiliki frekuensi mutasi sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan DNA inti. Salah satu alasan kenapa DNA mitokondria lebih sering terjadi mutasi dibandingkan dengan DNA inti dikarenakan lokasi DNA mitokondria berada pada sitoplasma. Oleh karena itu DNA mitokondria bisa mengalami mutasi oleh mutagen diantaranya sinar UV, agen alkilasi, ion radikal dan lain-lain. Mutasi yang terjadi pada DNA bisa menguntungkan atau merugikan. Salah satu contoh mutasi yang merugikan adalah timbulnya tumor atau kanker sedangkan muitasi yang menguntungkan diantaranya mutasi pada sekelompok penduduk di Afrika yang mengalami resisten terhadap malaria. Oleh karena itu mutasi menyebabkan variasi pada DNA.

3. Regulasi gen oleh Khabib Khumaini

Sebagaimana telah dijelaskan dalam resume sebelumnya bahwa ekspresi gen di dalam sel berjalan secara efisien karena adanya sistem regulasi. Sistem regulasi ini bekerja dengan cara mengatur ekspresi enzim di dalam jalur metabolisme. Sistem regulasi ini berbeda-beda ada yang berada pada tiungkat protein seperti enzim allosterik dan ada juga pada level gen seperti Lac operon.  Sistem regulasi pada tingkat gen misal lac operon, bekerja dengan cara mengatur penempelan enzim transcriptase (pengendali transkripsi) dengan promoter. Sedangkan sistem Trp operon diatur oleh kuantitas triptofan di dalam lingkungan. Apabila jumlah triptofan sedikit maka sistem Trp Operon ini bekerja untuk menghasilkan triptofan, begitupula sebaliknya.

Apabila sistem regulasi ini terganggu maka akan menimbulakan sel kanker. Sel kanker adalah suatu sel yang membelah tanpa henti. Pengetahuan mengenai sistem regulasi ini berguna untuk menemukan bagaimana sel kanker itu bisa dimatikan.

4. Cross Species Recombinant oleh Asro

Cross species recombinant adalah salah satu contoh aplikasi dari teknik DNA rekombinan. Di dalam cross species recombinant terjadi penyilangan antar spesies sehingga menghasilkan individu baru yang merupakan gabungan pewarisan sifat dari dua individu yang berbeda. Salah satu contoh diantaranya perkawinan silang antara dua jenis anjing dari spesies yang berbeda untuk menghasilkan speies yang baru.

5. Mental Disorder oleh Dita Ayu Pratiwi

Mental disorder bisa disebabakan oleh kelainan genetik. Salah satu contoh diantaranya autis. Autis adalah suatu keterbelakangan mental yang disebabakan oleh kerusakan genetik yang menyebabkan  gangguan metabolism sehingga mengalami keterbelakangan mental. Salah satu contoh gejala autis adalah menarik diri dari kehidupan sosial, keterbelakangan dalam hal komunikasi, ambisius terhadap suatu hal, melakukan kegiatan yang berulang-ulang, egosentris dan lain-lain.

Resume Presentasi2:Sistem Regulasi Lac Operon, DNA Rekombinan, dan PCR

Leave a comment

  1. Sistem Regulasi Lac Operon oleh Monita Pasaribu

Sistem ekspresi  gen pada suatu organisme menggunakan suatu regulasi tertentu agar penggunaan energi digunakan efektif dan efisien. Salah satu contoh diantaranya regulasi gen yang dilakukan oleh E.coli dalam hal mendegdradasi laktosa atau yang lebih dikenal dengan sistem lac operon.

Operon adalah sekumpulan gen yang terletak diantara promoter dan terminator. Istilah ini dikemukakan oleh Monod dan Jacob untuk menjelaskan penemuannya yaitu system operon laktosa pada E.coli. E.coli dapat memanfaatkan keberadaan glukosa dan laktosa pada lingkungannya. Apabila di dalam lingkungan terdapat glukosa dan laktosa maka E.coli akan menggunakan glukosa sebagai sumber karbon. Hal ini dikarenakan laktosa adalah suatu disakarida sehingga untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa diperlukan suatu enzim yang disebut β-galaktosidase. Apabila di lingkungan hanya terdapat laktosa maka enzim ini akan diekspresikan oleh E.coli, sedangkan apabila terdapat glukosa maka glukosa ini akan dimanfaatkan terlebih dahulu selanjutnya adalah laktosa. Oleh karena itu sistem regulasi gen diperlukan agar penggunaan energi di dalam sel dilakukan seefisien mungkin.

Pada operon laktosa terdapat tiga gen struktural yaitu gen lac Z, lac Y dan lac A. Masing-masing gen ini mengatur ekspresi enzim  β-galaktosidase, permease dan asetilase. Ekspresi ketiga gen ini diatur oleh suatu gen regulator yang berinteraksi dengan promoter. Gen protein regulator ini adalah gen yang proteinnya digunakan untuk mengatur ekspresi gen lain. Jadi gen-gen dalam suatu operon berkaitan satu sama lain dalam mengatur metabolisme.

2. DNA Rekombinan oleh Samuel Unwakoly

Teknik DNA rekombinan adalah suatu teknik di dalam rekayasa genetika untuk menghasilkan sifat baru dengan cara merekombinasikan gen tertentu dengan DNA genom. Teknik DNA rekombinan merupakan kumpulan teknik-teknik untuk merekombinasi gen dalam tabung reaksi. Teknik itu diantaranya isolasi DNA, teknik memotong DNA, teknik menggbung DNA dan teknik untuk memasukan DNA ke dalam sel hidup.

Adapun perangkat yang digunakan dalam teknik DNA rekombinan diantaranya enzim restriksi untuk memotong DNA, enzim ligase untuk menyambung DNA dan vektor untuk menyambung dan mengklonkan gen di dalam sel hidup  Vektor yang sering digunakan diantarnya plasmid, kosmid dan bakteriofaga.

Aplikasi teknik DNA rekombinan dalam bioteknologi diantaranya adalah produksi vaksin, insulin, antibodi dan sebagainya. Misalkan saja insulin yang digunakan untuk mengatasi diabetes diproduksi dengan menggunakan teknik DNA rekombinan. Gen insulin yang berasal dari sapi kemudian ditentukan urutan DNA-nya setelah itu direkombinasikan di dalam suatu vektor misal plasmid kemudian dimasukan dalam sel bakteri. Selanjutnya bakteri ini mengalami transformasi dan bisa menghasilkan insulin. Ini adalah salah satu contoh aplikasi teknik DNA rekombinan dalam bioteknologi.

3. PCR oleh Yuni

PCR (polymerase chain reaction) adalah suatu teknik untuk mengamplifikasi DNA secara in vitro. Teknik PCR ditemukan oleh Kary Mullis pada tahun 1983 dan mendapatkan hadiah Nobel pada tahun 1994. Tahap-tahap dalam PCR diantaranya:

Tahap 1. Denaturasi

Tahap ini dilakukan untuk memutuskan ikatan hidrogen antar DNA. DNA untai ganda akan menjadi untai tunggal pada tahap ini karena ikatan hidrogen yang menghubungkan untai DNA itu putus. Tahap denaturasi ini terjadi pada suhu 94-96 0C. Tahap denaturasi ini dilakukan selama lima menit untuk memastikan seluruh DNA berada dalam keadaan single stranded. Untai DNA tunggal ini digunakan sebagai template penempelan primer.

Tahap 2. Penempelan

Tahap selanjutnya adalah tahap penempelan primer pada template DNA untai tunggal. Tahap ini terjadi pada suhu 45-60 0C selama 1-2 menit. Penggunaan suhu yang tidak tepat menyebabkan primer tidak menempel pada posisi yang seharusnya.

Tahap 3. Pemanjangan

Tahap terakhir dalam PCR adalah tahap penempelan. Tahap ini terjadi pemanjangan DNA dengan bantuan DNA Taq Polimerase. Tahap ini terjadi pada suhu 76 0C selama satu menit. Setelah tahap ini siklus DNA berulang kembali ke tahap sebelumnya untuk menghasilkan jumlah DNA  yang berlimpah.

Resume Presentasi: GMO, Microarray Analysis, Sistem Regulasi Gen, Stem Cell dan Nobel Kedoketeran 2004

1 Comment

Hari ini ceritanya, batas akhir mengumpulkan resume presentasi hari Sabtu matakuliah Bioteknologi Molekuler, atau anak-anak sering nyebut Biotekmol, heran gw sejak kapan matkul ini disebut kaya gtoooh. Anak kimia emang aneh-aneh suka menyingkat sesuatu dengan hal-hal yang  “TEU PARARUGUH ” . Singkat cerita matakuliah yang diasuh oleh pak ASN ini ngadain presentasi hari Sabtu, dan gw yang belum giliran presentasi mesti buat resume dan tiga pertanyan. Ngerti atau nggak resentasinya pokoke gw mesti buat tiga pertanyaan titik! begitu pesan pak ASN. Dan sore ini, gw harus meng-email tugas resume tersebut.  Walaupun sebenarnya gw gak ngerti apa yang mereka persentasikan pleus gw gak nulis catatan, sehingga gw gak ngeh apa yang mesti ditulis. Dengan bantuan 5 orang profesor dari GOOGLE UNIVERSITY ditambah improvisasi otak gw, akhirnya tugas resume ini kelar juga. Benar ato gak itumaah  urusan Tuhan dan Pak ASN. Pokoknya, gw udah beres buat resume dan bisa mempersiapkan apabila selasa besok gw giliran presentasi. Senang sekali bila ada yang membaca resume ini bisa mereview keasalahan gw…Thanks bgt….

1. Nobel kedokteran 2004: Mekanisme penciuman.

Penemuan yang sangat besar manfaatnya dilakukan oleh Linda dan Richard yang berhasil menemukan mekanisme indera penciuman.  Dari penemuannya itu, mereka berdua mendapat hadiah kedokteran pada tahun 2004. Mereka berhasil menemukan protein reseptor penciuman. Protein receptor penciuman itu disebut GPCR (G-protein coupled receptor). Protein GPCR ini diketahui memiliki kemampuan untuk mengenali beberapa molekul bau karena perbedaan asam amino penyusunnya. Mekanisme penciuman dimulai dengan menempelnya molekul bau pada reseptor protein GPCR. Menempelnya molekul bau/odoran ini mengakibatkan perubahan konformasi terjadi pada protein GPCR sehingga mengaktifkan protein G. Aktifnya protein G ini menstimulasi pengkatifan cAMP, cAMP lalu mengaktifkan protein pada terowongan ion (ion channel) sehingga terjadi aliran Na+ dan mengakibatkan perbedaan potensial. Perbedaan potential ini mengakibatkan terjadinya sinyal lisrik yang disampaikan melalui syaraf ke otak. Otak kemuadain merubah sinyal listrik itu menjadi persepsi bau.

2. Stem cell

Stem cell atau disebut juga sel punca atau sel induk adalah sel yang tidak/belum terspesialisasi yang mempunyai dua  sifat yaitu mempunyai kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). Dalam hal ini stem cell mampu berkembang  menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain. Selain itu juga stem cell mempunyai kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini stem cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.

3. Sistem regulasi gen

Makhluk hidup seperti manusia berasal dari sel. Setiap sel  mengandung informasi genetik yang sama yang disebut genom. Sel-sel yang terdapat pada hidung, kepala, jantung dan mata mempunyai informasi genetik yang sama. Tetapi masalahnya kenapa sel yang berada di tangan tidak membentuk mata dan sel yang terdapat pada hidung membentuk hidung yang sedemikian rupa berbeda bentuknya dengan sel yang ada pada kaki atau tangan. Hal ini bisa dijelaskan karena mekanisme sistem ekspresi gen. Artinya pada sistem ini gen bekerja sesuai dengan regulasi tertentu. Gen yang ada di mata membentuk protein yang ada di mata dan gen yang ada di tangan mengekpresikan protein yang ada di tangan. Adanya sistem regulasi gen ini menjadikan sel bekerja sesuai dengan fungsinya.

4. GMO

Genetic Modified Organism (GMO) adalah organisme hasil rekayasa genetika yang berubah sifatnya disebabkan adanya pemindahan informasi genetik dari organisme lain. GMO terjadi karena berkembangnya teknik DNA rekombinan. Gen yang diinginkan dari organisme lain dapat direkombinasikan dengan DNA organisme tertentu sehingga organisme hasil rekombinasi ini memiliki sifat tertentu yang sama sesuai dengan sifat gen yang diinsersikan. Organisme yang memiliki gen baru ini disebuat organisme transgenik. Mekanisme transfer gen ini dilakukan dengan penembakan gen  langsung menuju inti sel dengan menggunakan senjata gen (gene gun) atau dengan menggunakan syringe yang sangat kecil. Bisa juga mekanisme transfer gen ini menggunakan virus atau mikroorganime lain misalnya Agrobacterium yang mempunyai kemampuan mentransfer gen ke dalam tanaman, dan Lentevirus yang mempunyai kemapuan mentransfer gen ke dalam hewan.

5. Microarray analysis

Pengembangan teknologi baru yang dinamakan Chip DNA atau DNA microarray, telah menjanjikan untuk dapat mengatasi persoalan dalam analisis pola-pola ekspresi sejumlah besar gen yang dimiliki manusia. Dinamakan chip-DNA karena teknologi ini menggunakan lempengan kecil (chip) yang terbuat dari kaca yang di atasnya ditata sejumlah ribuan atau bahkan puluhan ribu jenis gen dalam bentuk fragmen DNA hasil penggandaan dari cDNA. Selanjutnya chip yang memuat fragmen DNA dari ribuan jenis gen tersebut digunakan untuk menganalisis ekspresi gen dari suatu jenis sel dengan metode hibridisasi. Pola ekspresi genetik dan jenis gen yang dapat dianalisis dengan teknik ini tergantung pada ketersediaan DNA dari gen yang ada pada chip DNA.

Potensi Manusia

Leave a comment

Potensi Manusia

Konsep manusia menurut  dengan Muhammad husain abdullah  yang tertaung dalam bukunya berjudul mafahim islam jilid 1 yaitu

Manusia adalah jasad yang Allah tiupkan ruh, yang menjadi rahasia kehidupannya. Kemudian Allah memberikan potensi-potensi yang khas berupa kebutuhan fisik, naluri-naluri dan kemampuan berfikir. Dengan potensi-potensi itu manusia mengelola bumi; mengemban misi menjadi pengelola/pemakmur (Khalifah fil ardi) bumi atau justru merusaknya (mufsiduna fil ardi).”

Dalam definisi  diatas manusia berperan sebagai pengemban misi menjadi pengelola(Khalifah fil ardhi) oleh karena itu manusia diciptakan Tuhan dengan berbagai kelebihan dibandingkan dengan makhluik ciptaan yang lain. Potensi istimewa  yang diberikan Tuhan kepada manusia  yaitu  fisik, naluri, dan akal. Potensi yang diberikan Tuhan kepada manusia ini harus dimanfaatkan dengan baik. Potensi-potensi itu harus digunakan secara seimbang.

Fisik yang diberikan Tuhan kepada manusia sangat sempurna sekali, mata untuk melihat, hidung untuk mendengar, kaki untuk berjalan dan lain-lain. Potensi fisik yang diberikan Tuhan kepada manusia harus dipelihara dan dijaga jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya. Tetapi potensi fisik ini jangan sampai digunakan secara berlebihan misalkan saja bekerja terlalu keras sehingga mengabaikan kesehatan dan istirahat. Belajar terlalu keras sehingga melupaka makan. Hal-hal seperti itu sepatutnya tidak dilakukan karena telah menzalimi diri sendiri dan akibatnya kita bisa sakit akibat terlalu berlebihan.

Sumber:www.sman1maos.sch.id    http://www.paralympic.org                     http://www.paralympic.org

Gambar: Perjuangan atlet yang sedang berlaga pada turnamen Paralympic

Potensi fisik yang dimiliki manusia harus disukuri, jangan sampai disia-siakan. Kita yang memeliki potensi fisik yang sempurna dan tidak cacat seharusnya dapat berbuat yang lebih maksimal daripada  mereka yang mempunyai kekeurangan secara fisik. Jangan sampai semangat kita kalah dari mereka. Saya sebenarnya cukup terharu ketika melihat video atlet yang berjuang pada olimpiade cacat(paralympic). Mereka berjuang sungguh-sungguh walaupun sebenarnya mereka punya kekeurangan, tapi dalam jiwa mereka semangat dan tekad adalah segalanya seakan mereka sama seperti kita yang tidak cacat. Oleh karena itu dibandingkan dengan mereka seharusnya kita lebih bisa berkarya dan lebih bersemangat.

Potesi kedua yang dimiliki manusia adalah potensi naluri. Manusia memeiliki naluri berupa hasrat seksual,ego dan beragama. Hasrat seksual yang ada manusia harus dipelihara jangan dilawan, karena itu adalah anugrah. Karena naluri seperti itulah yang membedakan antara manusia dan malaikat.

Selain nalururi seksual, manusia juga memeliki ego. Apabila hewan-hewan lain survive karena didorong oleh instinknya, maka hewan yang bernama manusia ini survive karena didorong oleh diri-nya. Binatang tidak punya ego, hanya manusialah yang punya itu. Ego sangat penting bagi manusia untuk survive di dunia, sampai ia bisa menguasai dan mengeksploitir dunia untuk kepentingannya sendiri seperti sekarang ini. Itu satu sisi dari fakta tentang ego. Tetapi di sisi lain, adalah juga fakta bahwa manusia dengan inteleknya yang didorong oleh egonya tidak pernah bisa menciptakan perdamaian dan masyarakat yang “adil & sejahtera” di muka bumi ini. Dan saya rasa, hal itu tidak akan pernah tercapai selama manusia mengandalkan pada egonya untuk mengatur dirinya. Mengapa demikian? Karena nature dari ego itu adalah untuk mempertahankan diri (survive), tidak lebih dari itu, bukan untuk memahami sesuatu yang mengatasi (transcend) dirinya.[6]

Selain itu manusia juga mempunyai naluri beragama. Naluri beragama adalah fitrah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Jadi dapat disimpulkan bahwa ateis itu adalah keliru karena naluri beragama atau bertuhan telaha ada dalam diri manusia.

Sejak zaman berzaman, kita menyaksikan manusia itu sebagai makhluk yang mempunyai naluri beragama (gharizah tadayyun/spritual instinct). Belum pernah ada suatu masa pun, manusia hidup tanpa mensucikan sesuatu, samada dengan cara menyembah matahari, bintang, api, berhala, maupun menyembah Tuhan yang Hakiki, Yang Maha Suci, Allah Azza wa Jalla. Juga, belum pernah ada satu zaman pun yang mana manusia tidak menyembah sesuatu. Buktinya, penganut sosialisme yang menolak agama dan Tuhan, bukan bermakna tidak mempunyai ‘tuhan’. Akan tetapi, mereka mengganti objek penyucian mereka dari satu bentuk ‘tuhan’ kepada bentuk ‘tuhan’ yang lain. Mereka juga mengubah bentuk pensucian dari Tuhan kepada pahlawan, pemimpin dan benda-benda yang mereka anggap memanifestasikan keagungan

Para ahli sains percaya mereka telah menemui ‘Modul Ketuhanan’ (God Module) di dalam otak yang menyebabkan manusia percaya pada agama. Dikatakan bahawa terdapat saraf di dalam lobus temporal (temporal lobe) yang berkaitan dengan agama, bertujuan untuk mengwujudkan aturan dan keamanan dalam masyarakat [http://cas.bellarmine.edu]. Sekumpulan pakar neuro (saraf) di Universiti of California di San Diego juga telah mengenal pasti kawasan di dalam otak manusia yang berkaitan dengan pemikiran spiritual (kerohanian) dan ibadah. Penemuan mereka mendapati bahawa manusia telah diprogramkan secara genetik untuk percaya kewujudan Tuhan. [www.parascope.com]. Apabila seseorang menjejakkan kaki ke tempat suci seperti masjid atau gereja, perasaan ta’zim dan rendah hati ujud dalam diri. Lobus ini mempunyai kaitan dengan frontal cortex yang mengawal pusat penumpuan (attention centre) dan juga pusat kognitif (cognition centre) yang mengawal pemikiran logik (logical thinking). Eksperimen yang dijalankan mendapati wujud aktiviti elektrik di lobus temporal ini ketika para pesakit mengatakan mereka mengalami perasaan ‘ketuhanan’. Aktiviti elektrik turut dikesan di kawasan ini ketika pesakit mengalami krisis peribadi dan kekurangan gula dalam darah (hypoglycemia). [www.islamonline.net].”[7]

Namun tidak kira apa  yang ditemukan oleh para saintis, yang jelas, Allah Subhanahu wa Ta’ala telahpun menjelaskan kepada manusia, di dalam Al-Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya bahawa naluri mencari Rabb (Tuhan) sememangnya wujud pada manusia sebagai salah satu dari naluri yang di kurniakan Allah ke atasnya.
“Dan apabila manusia ditimpa kesusahan, maka ianya memohon kepada Tuhannya dengan kembali kepadaNya” [TMQ Surah Az-Zumar:8](sumber:Alquran)
Tegasnya, memeluk agama merupakan fitrah manusia yang tidak dapat disangkal. Persoalannya adalah, siapakah sebenarnya yang berhak menurunkan agama yang hakiki bagi manusia dalam mengatur keperluan naluri beragamanya? Oleh kerana pemenuhan atau pemuasan naluri ini adalah sesuatu yang bersangkutan dengan Zat Yang Maha Agung Allah Subhanahu wa Ta’ala, justeru, pemenuhannya mestilah datang hanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aktiviti untuk memenuhi naluri beragama ini dinamakan ibadah, yang berfungsi sebagai tali penghubung antara manusia dengan Penciptanya. Apabila hubungan ini dibiarkan tanpa aturan, pastinya akan menimbulkan kekacauan dan kekeliruan.

Dalam menjalani hidup, tentu saja kita sebagai manusia selalu ada masalah dan tantangan yang diberikan Tuhan. Apa yang Allah berikan itu pastilah untuk menguji kita sebagai hamba apakah tetap berada dijalan-Nya atau tidak. Setiap orang punya masalah tapi yang membedakan orang yang satu dengan yang lain adalah bagaimana orang tersebut me-manage n menyikapi masalah yang dihadapi. Secara sadar ataupun tidak, kita sering mengeluh dan berpikir negatif terhadap keadaan atau situasi yang kita alami. Berpikiran negatif kepada sesama manusia saja tidak baik, apalagi kalau kita sampai berpikiran negatif kepada Sang Pencipta
Keadaan kita tidak akan berubah dari satu kondisi ke kondisi lain, kecuali dengan usaha kita sendiri. Memang semuanya hanya akan terjadi dengan takdir Allah, tapi dalam menjadikan segala sesuatu itu, Allah menggunakan sebab. Selama kita belum mengenal hukum perubahan ini dengan baik, maka segala upaya untuk mengatasi rasa cemas atau agar terbebas dari kesusahan, tidak berguna. Kita tidak akan mampu terbebas dari rasa cemas kecuali jika kita sendiri bersikeras untuk mengatasi hal ini.

Luruskan niat. Perbanyak dan optimalkan ikhtiar.Hilangkan penyakit hati. Sering kali kita sendirilah yang membuat rasa cemas terjadi pada diri kita. Juga kita sendiri yang memilih terjadinya kesusahan dan kesedihan. Penyakit ini tentu bukan karena virus akan tetapi penyakit akibat adanya kerusakan pikiran kita dan akibat sedikitnya iman kita kepada Allah SWT. Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri. Kalimat sederhana itu bermakna dalam karena merupakan hal yang dapat membawa kebahagiaan bagi jiwa manusia. Ketika kita mencintai saudara kita seperti kita mencintai diri sendiri, dada kita akan terasa lapang. Jiwa kita terasa tenang dan kita akan merasakan puncak kepuasan. Kebahagiaan kita menjadi bertambah ketika kita menanggalkan titik2 hitam. Titik2 hitam ini bisa berupa rasa dengki, iri, benci, dendam, dan sebagainya. Jangan bersedih dengan masa lalu. Pikirkan n laksanakan masa kini. Persiapkan diri untuk masa depan. Adanya perasaan sedih karena masa lalu, juga karena mengingat peristiwa masa lalu yang tidak mungkin kembali lagi merupakan suatu kelemahan yang akan menjadikan seseorang terus merasa terus terbelenggu dan hanya akan menjadikannya lemah dan tak berdaya.

Testimonial Untuk Pak Eri

Ketika saya mendengar Bapak berbicara di depan kelas, rasa-rasanya saya sedang ikut pelatihan/training bukan lagi seperti kuliah biasa. Dari cara Bapak menyampaikan materi dan bagaimana cara berinteraksi dengan audiens, saya berpendapat bahwa Bapak bukan orang baru ketika berbicara di depan publik. Kata-kata yang terucap sangat mengalir sekali, terlebih saya adalah orang Sunda, jadi ketika ada kata-kata plesetan yang berbahasa Sunda saya menjadi tersenyum dan bangga dengan kata-kata itu karena saya lebih mengerti dan tahu daripada teman-teman yang lainnya yang tidak bisa berbahasa Sunda.

Saya mendapat banyak pelajaran yang berharga dari perkuliahan ini. Pertama adalah cara bapak dalam berbicara,saya sangat suka sekali. Yang kedua adalah isi dari perkuliahan ini sangat menarik sekali. Bapak menyampaikan bukan hanya ceramah tapi menurut saya adalah dakwah. Artinya isi dari perkuliahan ini tidak hanya sekedar masuk telinga kiri keluar telinga kanan,tapi dapat merekonstruksi pemikiran saya, dan memberikan paradigma yang baru dalam menghadapi kehidupan. Apalagi ketika Bapak berbicara tentang Mindset, saya baru kali  ini mendengar tentang bagaimana berpikir yang benar dengan cara pandang yang benar. Dengan pikiran yang benar karena cara pandang yang benar maka akibatnya saya bisa bertindak dan  berprilaku dengan  benar juga. Saya merasa sesuatu yang di depan saya adalah sesuatau yang kecil dan bukan sesuatu yang besar dan sulit lagi. Hal tersebut bukan berarti saya meremehkan masalah akan tetapi bersikap cerdas terhadap masalah tersebut dan mengguanakan mindset yang benar untuk mengatasi segala permasalahan itu.

Sekarang saya memandang bahwa urusan dunia seperti kuliah, mengerjakan tugas kuliah, paraktikum, mengerjakan laporan praktikum dan ujian adalah sesuatu yang kecil, karena masih banyak persoalan besar menanti di luar sana. Kehidupan kampus adalah miniature kehidupan saya ketika menghadapi dunia kerja atau dunia luar. Permasalahan di dunia luar sangat kompleks sekali dan tidak seperti masalah di perkuliahan yang terstruktur. Oleh karena itu kita harus bisa growth and survive sebagai tahap pertama dalam melatih diri menghadapi permasalahan yang lebih besar.

Yang ketiga ceramah bapak yang mempengaruhi hidup saya yaitu  ternyata  fakta dan informasi yang masuk kedalam diri saya bisa mempengaruhi mindset saya dalam berprilakau. Hal itu membuat pencerahan dalam diri saya karena sebelumnya saya berpendapat bahwa pikiran  saya tdak mempunyai keterikatan antara fakta, informasi dan mindset.

Melihat manfaat yang dirasakan mungkin, tidak ada salahnya kalau suatu saat Bapak tidak berkeberatan untuk kembali lagi memberikan ceramah di hadapan kami. Saya berharap di kemudian hari aka ada ilmu yang saya dapatkan lagi dan saya mungkin berharap agar ceramah seperti ini di sampaikan ke orang lain. Saya merasa sangat beruntung sekali dibandingkan dengan mahasiswa yang lain karena saya dapat mengambil banyak sekali  manfaat kuliah kimia dan masyarakat.

Daftar Pustaka

[1]      http://yayansah.wordpress.com/2008/05/10/manusia-dan-binatang/

[2]      http://psychclassics.yorku.ca/Maslow/motivation.htm

[3]      http://indonesia.ahrchk.net/news/mainfile.php/Constitution/22

[4]      http://www.netmba.com/mgmt/

[5]      http://www.selfmotivationnow.com/

[6]      http://newsgroups.derkeiler.com/Archive/Soc/soc.culture.indonesia/2006-09/msg00061.html

[7]      http://www.islamonline.net

Seluruh daftar pustaka diakses pada tanggal 2 Maret 2008

Teori X dan Y

Leave a comment

Teori X dan Y

Pada tahun 1960 , Douglas Mcgregor menugusulkan teori x dan y yang disusun dalam bukunya yang berjudulThe Human Side of Enterprise. Dalam teorinya ini, dia menjelaskn tentang teori bagaimana memotivasi para karyawan pada sebuah perusaahaan.

Dalam teori X, dia menjelaskan bahwa rata-rata orang mmpunyai kecnderungan untuk tidak ingin bekerja, tidak ingin tangguang jawab, tidak mempunyai ambisi, tidak mempunyai kemapuan dan tidak peduli terhadap tujuan perusahaan.

Untuk kasus ini diperlukan adanya kontrol dari pimpinan supaya dapat diarahkan, dilatih dan dimaksimalkan. Oleh karena itu diperlukan adanya manajemen yang baik agar dapat mengatur para karyawan. Pada intinya teori X menjelsakan bahwa alasan orang bekerja adalah karena uang dan keamanan hidup.Dalam kasus ini aturan adalah cara yabng terbaik untuk mengatur kinerja para karyawan.

Hal yang sebaliknya dengan teori X , Douglas McGregor mengusulkan teori Y. Dalam teori Y dia menjelaskan bahwa sebenarnya secara alami karyawan itu mempunyai keinginan untuk bekerja, mempunyai ambisi dan mempunyai tanggung jawab. Oleh karena itu aturan perusahaan bertindak sebagai pendorong agar potensi dari setiap individu itu dapat dimaksimalkan .

Teori X dan Y memang ada benarnya kalau kita dilihat dalam lingkungan sekitar kita.Etos kerja setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kondisi alam, lingkungan dia hidup, dan budaya. Sebagai contoh kita bandingkan antara budaya orang Jepang dan budaya orang Indonesia. Kalau saya boleh berpendapat, etos kerja orang Indonesia dan orang berbedaa sangat berbeda. Saya berpendapat bahwa teori X sangat cocok bagi orang Indonesia dan teori Y lebih Jepang walaupun tidak sepenuhnya benar. Orang Indonesia cebderung dimanjaan oleh kondisi alam yang sangat nyaman, matahari bersinar sepanjang hari, tanahnya subur dan kekayaan alam yang sangat melimpah, lain halnya dengan orang Jepang kondisi alamnya tidak terlalu kaya  dan sering terjadi bencana.

Adanya perbedaan kondisi menyebakan budaya yang tebentukpun akan berbeda. Orang Indonesia cenderung malas bekerja karena dengan tidak bekerjapun akan dapat mencukupi  kebutuhan karena mempunyai kekayaan yang melimpah. Lain halnya dengan orang Jepang , mereka mempunyai etos kerja yang sangat tinggi Karena mereka sadar bahwa kekayaann aamnya kurang sehingga salah satu pilihan agar mereka tetep survive adalah bekerja dengan keras. Oleh karena itu potensi dasar yang dimiliki oleh setiap manusia dapat digunakan secara maksimal.[5]

 

Gambar: Jenis pekerjaan yang berbeda-beda tergantung pada budaya masyarakat dan sumber daya    alam.

Sumber  http://upload.wikimedia.org/wikibooks/en/thumb/2/29/World_at_Work_Cover.png/

 

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.