Mencari Kandidat Energi Alternatif Pengganti Minyak Bumi di Indonesia

Tak terasa kuliah kimia dan masyarakat sudah memasuki minggu yang ke lima. Berarti hanya satu pertemuan lagi  saya bertemu dengan orang-orang penting di luar sana. Memasuki minggu kelima kedewasaan saya bertambah dalam mengerjakan tugas kimia dan masyarakat. Tugas kuliah kimia dan masyarakat cukup sederhana yaitu membuat esai sebanyak sepuluh halaman, spasi tunggal, jenis huruf Trebucht MS, dan ukuran huruf 11. Walaupun demikian kuliah ini memberikan ilmu yang sangat dahsyat bagi saya.

Kuliah ini sempat membuat entropi kehidupan saya meningkat, sangat menghabiskan waktu, penuh kesibukan apalagi setiap malam Jumat setidaknya segelas kopi pahit Nescafe dan sebungkus biskuit gurih harus tersedia di depan meja komputer saya. Setiap malam Jumat saya harus begadang ataupun tidak tidur sama sekali demi menghasilkan 10 lembar resume kuliah. Buat saya itu adalah sebuah keuntungan dan bukan kerugian apalagi saya belum terbiasa belajar menulis dengan baik.

Tulisan saya dapat dibedakan dari tulisan yang lainnnya yaitu tidak dapat dibedakan mana subjek,predikat dan objeknya. Tetapi hal tersebut saya rasa wajar saja, karena merupakan proses belajar. Sama dengan kuliah kimia dan masyarakat yaitu berguru kepada orang-orang yang sudah berpengalaman dan ahli dalam bidangnya. Saya sangat beruntung sekali.

Pada hari Jumat tanggal 27 Maret 2009 kuliah kimia dan masyarakat diisi oleh seorang tamu yang sangat istimewa. Saya tidak percaya bahwa kuliah pada hari itu akan disi oleh seorang pejabat penting. Pada hari itu kuliah diisi oleh Dr.-Ing. Evita H. Legowo Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM).

Dr.-Ing. Evita H. Legowo lahir di Sragen, pada tanggal 3 November 1951, lama bekerja di bidang penelitian dan pengembangan teknologi minyak dan gas bumi. Untuk energi alternatif mempunyai pengalaman di bidang penelitian bahan bakar nabati, baik itu bioetanol ataupun biodiesel sejak tahun 1991. Kepala Pusat Penelitian pertama di bidang energi alternatif DESDM. Lulusan pertama angkatannya (1970) dari Departemen Kimia ITB pada Februari 1974; memperoleh gelar Doktor.-Ing. Kimia Minyak Bumi dari Technische, Universitaet Clausthal Jerman pada Februari 1991. Sekarang beliau menjabat Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM).

Dalam kuliahnya beliau mengambil tema tentang kebijakan energi nasional dan kebijakan sub sektor minyak dan gas bumi. Beliau menerangkan potensi minyak dan gas bumi di Indonesia sebagai penyokong ketahanan energi. Beliau juga menerangkan tentang potensi berbagai energi alternatif yang bisa dikembangkan sekaligus pengganti minyak bumi. Terakhir beliau menerangkan tentang kebijakan yang diambil pemerintah terhadap produksi minyak dan gas bumi menuju kesejahteraan rakyat.

Dalam resume ini saya akan membahas mengenai bagaimana memanfaatkan potensi kekayaan bangsa Indonesia yang ditujukan untuk mencari energi alternatif selain bahan bakar minyak dan gas. Menurut saya akan menjadi masalah di kemudian hari apabila pasokan energi tidak terpenuhi, krisis energi akan mendorong ke jurang kehancuran suatu bangsa.

Setelah semua potensi energi yang kita miliki dipaparkan dengan segala kelebihan dan kekurangannya maka selanjutnya saya akan menjelaskan bagaimana pelaksanaannya. Hal tersebut berkaitan sekali dengan peran serta pemerintah  sebagai pengambil kebijakan dan masyarakat sebagai objek kebijakan pemerintah.

Pembahasan yang pertama saya akan menerangkan tentang pentingnya energi dalam kehidupan kita. Menurut saya energi sudah termasuk kebutuhan primer, artinya kebutuhan ini sangat penting sekali bagi keberlangsungan hidup. Untuk sekarang ini energi bisa disejajarkan dengan kebutuhan akan air dan makanan. Bisa dibayangkan bagaimana pentingnya makanan dan air bagi keberlangsungan hidup, kebutuhan energi pun  mempunyai  posisi seperti itu.

Dalam kuliahnya Bu Evita menjelasklan tentang pentingya ketahanan energi  sebagai salah satu aspek yang berperan dalam menjaga ketahanan nasional. Ketahanan  nasional akan  tercapai apabila semua faktor-faktor yang mempengaruhinya dapat terpenuhi. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional adalah ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan ketahanan budaya. Dalam hal ini energi sangat mempengaruhi kempat faktor penentu tersebut.

Kita dapat mengambil contoh dari kebijakan pemerintah yang menaikan harga minyak beberapa bulan yang lalu. Pemerintah terpaksa menaikan harga minyak pada waktu itu karena harga minyak dunia  melambung tinggi. Kebijakan pemerintah dengan menaikan harga minyak pada waktu itu bertujuan untuk menyelamatkan devisa negara dan sekaligus menjaga ketahanan ekonomi.

Tapi efek yang ditimbulkannya pun  tidak kalah hebat. Hampir saja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jatuh pada waktu itu  yang diakibatkan oleh unjuk rasa anti kenaikan BBM yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa. Ketahanan politik menjadi goyah  pada waktu itu hanya karena kenaikan harga BBM. Akibat yang tak kalah hebatnya lagi adalah ketahanan sosial pun menjadi goyah. Akibat kenaikan harga BBM itu maka angka kemiskinan  meningkat, banyak usaha kecil yang gulung tikar dan  para pekerja di-PHK untuk mengurangi beban perusahaan.

Dari contoh diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ketahanan energi itu sangat penting bagi kehidupan kita dan menjadi salah satu aspek yang menjaga stabilitas nasional. Tanpa ketahanan energi suatu negara akan kacau karena pilar pentingnya hilang. Oleh karena itu, pemerintah harus sadar tentang pentingnya energi untuk menjaga stabilitas nasional.

Sekarang dan beberapa tahun yang akan datang bangsa Indonesia masih tergantung pada bahan bakar minyak dan gas.  Bahan bakar minyak dan gas bumi masih menjadi primadona untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan energi di Indonesia. Energi yang berasal dari minyak bumi ini digunakan untuk pembangkit tenaga listrik, menjalankan industri dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ketergantungan terlalu banyak terhadap bahan bakar fosil akan menjadi ancaman suatu saat nanti apabila kita tidak segera menemukan energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Sebagaimana kita tahu bahwa bahan bakar fosil ini merupakan energi yang tidak terbaharukan, artinya kalau suatu saat nanti bahan bakar ini habis maka diperlukan berjuta-juta tahun untuk diproduksi kembali.

Oleh karena itu melihat betapa rentannya kebutuhan akan energi maka mulai sekarang kita harus mencari energi kandidat yang terbaik untuk mengganti bahan bakar fosil. Energi pengganti yang bisa dimanfaatkan atara lain energi nuklir, biodiesel dan biomassa. Kenapa hal tersebut dipilih oleh penulis, alasan utamanya adalah karena kita mempunyai kekayaan alam yang melimpah dan cocok di kembangkan di Indonesia.

Dalam hukum kekekalan energi yang pertama dikatakan bahwa energi adalah kekal, artinya energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan  tetapi dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Dalam hal ini penulis mengambil kesimpulan bahwa semua benda itu mempunyai potensi energi. Tetapi bagaimana kita mengubah potensi menjadi bentuk energi dari suatu benda maka hal tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Misalkan saja kita ambil suatu contoh sederhana. Pada suatu saat tertentu kita terdesak memerlukan energi untuk memasak sedangkan bahan bakar minyak dan gas sudah habis. Keadaan kita pada waktu itu sedang terdesak dan harus secepatnya mendapatkan energi. Bagaimana sikap kita seharusnya?. Karena keadaan kita terdesak pada waktu itu maka kita harus memanfaatkan potensi benda-benda yang ada di sekeliling kita untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Misalkan saja kandidat yang terbaik setelah kita mencari bahan-bahan tersebut kita menemukan sebuah  kursi yang terbuat dari kayu di sekitar dapur kita.  Dengan mengetahui potensi yang ada pada kayu tersebut maka kita bisa memanfaatkan kursi tersebut sebagai kayu bakar. Menurut saya strategi untuk mencari energi alternatif, contoh ekstrimnya seperti itu.  Jadi strategi dalam mencari energi alternatif menurut saya adalah bagaimana kita memanfaatkan semua potensi dari sumber daya alam yang ada untuk diubah menjadi bentuk energi yang efektif dan efisien.

Potensi sumber daya alam yang digunakan sebagai energi alternatif  pengganti minyak bumi di Indonesia cukup banyak. Diantara kandidat yang bisa digunakan sebagai energi alternatif dalam resume ini saya akan menyarankan penggunaan energi nuklir, biodisel dan biomassa. Saya akan membahas satu persatu dari energi alaternatif yang saya usulkan kemudian dipilih mana yang menjadi kandidat terbaik. Saya menggunakan beberapa sumber baik dari internet ataupun buku dalam menerangkan tentang potensi yang berasal dari energi alternatif tersebut.

Untuk kandidat yang pertama saya akan membahas mengenai potensi dari nuklir sebagai energi pengganti minyak bumi.

Potensi Energi Alternatif

a. Energi Nuklir

Energi nuklir  menurut saya adalah energi yang paling bersih. Selain itu energi ini memberikan hasil yang efektif dan efisien. Dari sedikit uranium saja kita dapat mendapatkan energi yang sangat melimpah melalui reaksi fusi dan atau reaksi fisi. Dalam reaksi nuklir dikenal dua reaksi  yaitu reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi nuklir.

Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi. Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil serta radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma yang sangat berbahaya bagi manusia.

Contoh reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di hampir semua inti bintang di alam semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan prinsip reaksi fusi tak terkendali. Contoh reaksi fisi adalah ledakan senjata nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Unsur yang sering digunakan dalam reaksi fisi nuklir adalah Plutonium dan Uranium (terutama Plutonium-239, Uranium-235), sedangkan dalam reaksi fusi nuklir adalah Litium dan Hidrogen (terutama Litium-6, Deuterium, Tritium) (http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_nuklir).

Tenaga listrik dihasilkan melalui proses konversi energi dari energi tertentu menjadi energi listrik  yang  dilakukan  oleh  suatu  pembangkit  tenaga  listrik.  Proses  ini  biasanya melalui beberapa tahap konversi energi. Proses akhir konversi tersebut umumnya berupa konversi energi mekanik menjadi energi listrik berdasarkan pada hukum Faraday. Hukum Faraday menyatakan  bahwa  gaya  gerak  listrik  (GGL)  dapat terjadi  dari  proses  perubahan  fluks medan magnet terhadap waktu. Perubahan fluks medan magnet ini dapat diterapkan pada sebuah  rotor  dalam  generator  yang  digerakkan  oleh  sebuah  turbin  yang  berputar   oleh aliran  gas,  air  ataupun  uap.  Aliran  tersebut berasal  dari  energi  yang  dihasilkan  oleh batubara, nuklir, gas, panas bumi, biogas, matahari, dan sumber lain.

Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) memerlukan bahan  bakar  sebuah  reaktor  nuklir  berupa  uranium.  Uranium  merupakan salah satu hasil

Gambar: reaksi fisi nuklir

Sumber: (http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_nuklir).

tambang yang terdapat dibumi. Uranium-238 (U-238) mempunyai waktu paruh yang sangat lama (4,5 milyar tahun) dengan komposisi 99 persen dari total uranium yang ada di bumi. Komposisi  lainnya, U-235 mempunyai  sekitar 0,7 persen dan U-234 jauh  lebih  rendah  yang  dibentuk  melalui  proses  peluruhan  U-238  (U-238  melalui beberapa  tahap peluruhan alfa dan beta untuk membentuk  isotop yang  lebih stabil dan U-234 adalah salah satu hasil dari mata rantai dari peluruhan ini) (Amin Mutohar, 2008).

Gambar: proses pengubahan energi nuklir menjadi energi listrik (PLTN) (Amin Mutohar, 2008).

Dalam sebuah reaktor nuklir, butiran uranium yang sudah diperkaya disusun dalam sebuah balok dan dikumpulkan ke dalam bundelan (reaktor). Bundelan tersebut direndam dalam air pada sebuah bejana tekan. Air tersebut digunakan sebagai sebuah pendingin. Bundelan uranium yang digunakan pada reaktor nuklir berada dalam keadaan superkritis. Hal ini dapat menyebabkan uranium menjadi panas dan meleleh dengan mudah. Untuk mencegahnya, sebuah balok kontrol (control rods) dibuat dengan bahan yang menyerap neutron. Balok kontrol dimasukkan kedalam bundelan uranium dengan menggunakan sebuah mekanisme yang dapat mengangkat atau menurunkan balok kontrol tersebut. Pengangkatan dan penurunan balok kontrol menerima perintah seorang operator untuk mengatur jumlah reaksi nuklir. Ketika seorang operator menginginkan inti uranium untuk menghasilkan panas yang lebih, balok kontrol dinaikkan dari bundelan uranium. Sebaliknya, jika ingin panas berkurang maka balok kontrol harus diturunkan. Balok kontrol dapat diturunkan hingga komplit untuk menghentikan reaktor nuklir jika terjadi kasus kecelakaan atau penggantian bahan bakar (Amin Mutohar, 2008).

Bundelan uranium digunakan sebagai sumber energi panas yang sangat tinggi. Panas ini dapat mengubah air menjadi uap air. Uap air ini digunakan untuk menggerakkan sebuah turbin uap yang memutar rotor pada generator. Berdasarkan hukum Faraday putaran rotor dikonversi menjadi tenaga listrik. Dalam beberapa reaktor, uap air akan melalui tahap kedua sebagai pengubah panas medium untuk mengubah air menjadi uap air yang menggerakkan turbin. Keuntungan dari desain ini adalah air atau uap air yang tercemar bahan radioaktif tidak akan mengenai turbin. Dalam reaktor nuklir yang sama, fluida pendingin dalam kontak dengan inti reaktor dapat berupa gas (karbon dioksida) atau logam cair (sodium, potasium). Tipe reaktor ini menerima inti uranium untuk beroperasi pada suhu yang lebih tinggi (Amin Mutohar, 2008).

       
b. Biodiesel
Energi alternatif lainnya yang bisa digunakan sebagai kandidat minyak bumi adalah biodiesel. Kenaikan harga minyak dunia beberapa waktu lalu, sungguh sangat menyulitkan bagi masyarakat Indonesia.  Kenaikan itu menyebabkan harga barang barang naik karena biaya produksi yang mendapat suplai energi dari bahan bakar minyak (BBM) ikut terkena dampak  kenaikan. Beberapa dekade ke depan dapat diramalkan bagaimana situasai masyarakat Indonesia dan dunia apabila cadangan minyak habis dan energi alternatif yang diusulkan belum bisa menggantikan peranan penting dari minyak bumi. Resesi akan melanda bangsa Indonesia dan dunia .

Kalau kita dapat mensyukuri kekayan sumber daya alam, sebenarnya kita sebagai bangsa Indonesia tidak perlu khawatir terhadap ancaman krisis energi. Salah satu energi alternatif yang bisa diandalkan adalah bahan bakar alami (biofuel). Sumber biofuel ini berasal dari tanaman pertanian, limbah industri dan lain-lain.

Melihat kesuburan tanah, iklim dan mata pencahariaan masyarakat Indonesia adalah petani maka biofuel yang cocok dikembangkan  di Indonesia adalah biodiesel. Biodiesel adalah  bahan bakar mesin diesel yang berasal dari sumber terbaharukan (renewable). Meskipun banyak perhatian karena terbaharukan, biodiesel ini bisa digunakan murni atau dicampur dengan bahan bakar fosil  tanpa melakukan modifikasi pada mesin diesel sehingga dapat mengurangi polusi yang dihasilkan.

Definisi biodiesel perspektif kimia adalah monoalkil ester asam lemak yang diperoleh dari suatu reaksi transesterifikasi antara minyak tumbuhan, lemak hewan atau minyak bekas yang memiliki trigliserida dengan metanol atau etanol  dengan bantuan katalis (NaOH, KOH). Produk utama dari reaksi ini adalah monoalkil ester asam lemak (biodiesel) dan produk sampingnya adalah gliserol.

Gambar: sebuah bus yang menggunakan bahan bakar biodiesel (kiri) (http://en.wikipedia.org/wiki/File:Soybus.jpg) dan model ball and stick dari metil linoleat yang diperoleh dari proses transesterifikasi kacang kedelai (kanan) (http://en.wikipedia.org/wiki/File:Methyl_Linoleate.png)

Sifat bahan bakar biodiesel ditentukan oleh jumlah asam lemak yang digunakan untuk proses esterifikasi. Asam lemak ini ditentukan oleh dua nomor yaitu nomor pertama menentukan jumlah karbon yang ada pada asam lemak dan nomor kedua mentukan jumlah ikatan rangkap yang ada padam asam lemak. Misalkan 18:1 adalah asam oleat yang mempunyai 18 atom karbon dan memiliki 1 ikatan rangkap.

Biodiesel lebih baik dibandingkan minyak bumi karena pembakarannya bersih, energinya efisien, tidak beracun, dapat diuraikain secara biologis, mungurangi pemanasan global dan cocok untuk lingkungan yang sensitif. Menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar dapat meningkatkan cadangan energi, melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Biodiesel dapat mengurangi efek rumah kaca karena karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran biodiesel berasal dari tanaman pertanian yang digunakan lagi pada proses fotosintesis sehingga terbaharui.

Dibandingkan minyak bumi, biodiesel mengurangi emisi hidrokarbon yang tidak terbakar, karbon monoksiada, sulfat, polisiklik aromatik hidrokarbon, nitrat polisiklik hidrokarbon dan partikulat.

Gambar proses transesterifikasi biodiesel

Sumber: www. http://en.wikipedia.org/wiki/

B100 (biodiesel murni) mengurangi emisi karbon dioksiada lebih dari 75% dibandingkan minyak diesel yang berasal dari minyak bumi. B20 (biodiesel campuran) mengurangi karbon dioksida sebanyak 15 %.

Biodiesel dapat dibuat menggunakan teknologi esterifikasi. Minyak dan lemak disaring sebagai praproses untuk menghilangkan air dan pengotor.  Jika terdapat asam lemak bebas, asam lemak itu dapat diubah menjadi biodiesel mengguanakan teknologi khusus. Minyak dan lemak kemudian dicampur dengan alkohol (biasanya metanol) dan katalis (NaOH). Molekul minyak (trigliserida) kemudian dipecah untuk dibentuk menjadi metil ester asam lemak (biodiesel) dan gliserol, yang kemudian dipisahkan satu sama lain dan dimurnikan. Skema pembuatan biodiesel dapat dilihat pada gambar diatas.

Biodiesel dapat dibuat dari bahan-bahan hasil pertanian yang menghasilkan minyak sayur seperti kedelai, kacang tanah, jagung, kelapa, dan minyak biji jarak. Selain itu lemak hewan dan minyak bekas hasil penggorengan juga bisa digunakan sebagai bahan baku asam lemak. Betapa mudahnya memperoleh bahan baku biodiesel sehingga ada optimisme dari penulis sebagai seorang kimiawan bahwa biodiesel adalah salah satu kandidat energi alternatif pengganti minyak bumi yang cocok dikembangkan di Indonesia.

c. Biomassa

Masalah lingkungan sebenarnya memiliki solusi yang berasal dari lingkungan juga. Problem gas rumah kaca dan krisis energi misalnya, bisa dijawab dengan biomassa yang asal mulanya dari alam. Gas rumah kaca yang disebabkan oleh bahan bakar fosil, seperti karbon dioksida ketika dilepaskan di atmosfer, keberadaannya akan menghalangi panas yang akan meninggalkan bumi sehingga akan meningkatkan temperatur bumi. Bila hal ini terjadi maka maka akan terjadi perubahan iklim yang akan mempengaruhi kualitas kehidupan di lingkungan kita. Selain disebabkan oleh CO2, gas berikut juga memiliki kontribusi dalam pemanasan global, metana (CH4) dan nitrogen dioksida (N2O). Pembakaran biomassa sebenarnya menghasilkan CO2 tetapi karbon dioksida yang di hasilkan akan distabilisasi dengan serap kembali oleh tumbuhan, sehingga tidak ada penimbuan karbon dioksida dalam atmosfer dan keberadaannya terus seimbang.

Tahun 1998 merupakan tahun dimana terjadi peningkatan terbesar temperatur. Peningkatan temperatur ini menyebabkan pencairan es di kutub sehingga volume lautan meningkat dan ketingian permukaan laut meningkat 10 sampai 25 cm. Bahkan diprediksikan tahun 2100 temperatur akan meningkat secara tajam hingga mencapai 6 0C. Dampak itulah yang memicu terjadinya bencana alam yang akan menurunkan kualitas hidup manusia (Nugroho Agung Pambudi, 2008).

Untuk mencegah berbagai macam dampak dari pemanasan global, dapat dilakukan dengan mengurangi atau menghentikan proses yang paling besar dalam memicu gas rumah kaca tersebut yaitu pembakaran bahan bakar fosil. Pembakaran bahan bakar berkaitan erat dengan pemenuhan sektor energi bagi peningkatan perekonomian suatu negara. Pengembangan biomassa sebagai sumber energi untuk substitusi bahan bakar bisa menjadi solusi untuk mengurangi beredarnya gas rumah kaca di atmosfer.

Dengan penggunaan biomassa sebagai sumber energi maka konsentrasi CO2 dalam atmosfer akan seimbang. Pada waktu yang sama manusia makin menyebabkan peningkatan rumah kaca dengan penebangan hutan secara luas (deforestrisasi) sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap gas CO2.

Disamping itu hasil hutan yang diperoleh dibakar dan menghasilkan CO2 dan beberapa materi partikulat. Konferensi tentang perubahan iklim telah dilakukan di Kyoto, Jepang pada tahun 1997 (Nugroho Agung Pambudi, 2008).

Gambar: hutan sebagai sumber biomassa yang melimpah di Indonesia

Sumber: http://www.cus.net

Indonesia sebagai negara agraris yang beriklim tropis memiliki beberapa sumber energi terbarukan yang berpotensi besar antara lain : energi hidro dan mikrohidro, energi geotermal, energi biomassa, energi surya dan energi angin. Potensi biomassa yang besar di negara kita hingga mencapai 49.81 GW tidak sebanding dengan kapasitas terpasang sebesar 302.4 MW (Nugroho Agung Pambudi, 2008). Bila kita maksimalkan potensi yang ada dengan menambah jumlah kapasitas terpasang, maka akan membantu bahan bakar fosil yang selama ini menjadi tumpuan dari penggunaan energi. Hal ini akan membantu perekonomian yang selama ini menjadi boros akibat dari anggaran subsidi bahan bakar minyak yang jumlahnya melebihi anggaran sektor lainnya.

Energi biomassa menjadi penting bila dibandingkan dengan energi terbaharukan karena proses konversi menjadi energi listrik memiliki investasi yang lebih murah bila dibandingkan dengan jenis sumber energi terbaharukan lainnya. Hal inilah yang menjadi kelebihan biomassa dibandingkan dengan energi lainnya. Proses energi biomassa sendiri memanfaatkan energi matahari untuk merubah energi panas menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis yang selanjutnya diubah kembali menjadi energi panas.

Penggunaan biomassa untuk menghasilkan panas secara sederhana sebenarnya telah dilakukan oleh nenek moyang kita beberapa abad yang lalu. Penerapannya masih sangat sederhana, biomassa langsung dibakar dan menghasilkan panas. Di zaman modern sekarang ini panas hasil pembakaran akan dikonversi menjadi energi listrik melalui turbin dan generator. Panas hasil pembakaran biomassa akan menghasilkan uap dalam boiler. Uap akan ditransfer kedalam turbin sehingga akan menghasilkan putaran dan menggerakan generator. Putaran dari turbin dikonversi menjadi energi listrik melalui magnet-magnet dalam generator. Pembakaran langsung terhadap biomassa memiliki kelemahan, sehingga pada penerapan saat ini mulai menerapkan beberapa teknologi untuk meningkatkan manfaat biomassa sebagai bahan bakar. Beberapa penerapan teknologi konversi yaitu :

  • Densifikasi

Praktek yang mudah untuk meningkatkan manfaat biomassa adalah membentuk menjadi briket atau pellet. Briket atau pellet akan memudahkan dalam penanganan biomassa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan densitas dan memudahkan penyimpanan dan pengangkutan. Secara umum densifikasi (pembentukan briket atau pellet) mempunyai beberapa keuntungan (Bhattacharya dkk., 1996) yaitu : menaikan nilai kalor per unit volume, mudah disimpan dan diangkut, mempunyai ukuran dan kualitas yang seragam.

  • Karbonisasi

Karbonisasi merupakan suatu proses untuk mengkonversi bahan orgranik menjadi arang . pada proses karbonisasi akan melepaskan zat yang mudah terbakar seperti CO, CH4, H2, formaldehid, metana dan asam asetat serta zat yang tidak terbakar seperti seperti CO2, H2O dan tar cair. Gas-gas yang dilepaskan pada proses ini mempunyai nilai kalor yang tinggi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalor pada proses karbonisasi.

  • Pirolisis

Pirolisis atau bisa disebut termolisis adalah proses dekomposisi kimia dengan menggunakan pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Proses ini sebenarnya bagian dari proses karbonisasi yaitu proses untuk memperoleh karbon atau arang, tetapi sebagian menyebut pada proses pirolisis merupakan high temperature carbonization (HTC), lebih dari 500 oC. Proses pirolisis menghasilkan produk berupa bahan bakar padat yaitu karbon, cairan berupa campuran tar dan beberapa zat lainnya. Produk lain adalah gas berupa karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan beberapa gas yang memiliki kandungan kecil.

  • Anaerobic digestion

Proses anaerobic igestion yaitu proses dengan melibatkan mikroorganisme tanpa kehadiran oksigen dalam suatu digester. Proses ini menghasilkan gas produk berupa metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) serta beberapa gas yang jumlahnya kecil, seperti H2, N2, dan H2S. Proses ini bisa diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu anaerobic digestion kering dan basah. Perbedaan dari kedua proses anaerobik ini adalah kandungan biomassa dalam campuran air. pada anaerobik kering memiliki kandungan biomassa 25 – 30 % sedangkan untuk jenis basah memiliki kandungan biomassa kurang dari 15 % (Sing dan Misra, 2005).

  • Gasifikasi

Gasifikasi adalah suatu proses konversi untuk merubah material baik cair maupun pada menjadi bahan bakar cair dengan menggunakan temperatur tinggi. Proses gasifikasi menghasilkan produk bahan bakar cair yang bersih dan efisien daripada pembkaran secara langsung, yaitu hidrogen dan karbon monoksida. Gas hasil dapat di bakar secara langsung pada internal combustion engine atau reaktor pembakaran. Melalui proses Fische-Tropsch gas hasil gasifikasi dapat di ekstak menjadi metanol.

Kandidat Energi Alternatif Terbaik

Semua potensi yaitu energi nuklir, biodiesel dan biomassa tidak bernilai tanpa adanya dukungan dari pemerintah serta masyarakat luas. Peran serta masyarakat akan sangat membantu dalam pengimplemetasian pengembangan energi alternatif pengganti minyak bumi, sehingga pada akhirnya bangsa ini mampu keluar dari krisis energi dengan pasokan energi bahan bakar alternatif yang berkelanjutan.

Kalau saya disuruh untuk memilih dari ketiga energi yaitu energi nuklir, biomassa dan biodiesel sebagai pengganti minyak bumi maka saya sulit untuk menjawabnya. Hal tersebut dikarenakan ketiga energi tersebut tidak mewakili keseluruhan dari multifungsi minyak bumi.

Minyak bumi adalah bahan bakar universal menurut saya. Minyak bumi adalah bahan bakar yang mempunyai potensi energi yang sangat luwes, artinya energi minyak bumi mudah diubah bentuknya menjadi energi yang lain. Misalkan saja untuk menggerakan mobil diperlukan bensin sebagai bahan bakar. Kita tidak mungkin mengganti energi yang dihasilakan oleh minyak bumi dengan energi nuklir. Untuk saat ini saya tidak bisa membayangkan bagaimana bentuk mobil pribadi yang mempunyai bahan bakar nuklir, sepertinya kalau ada pun sangat tidak efisien sekali. Berbeda dengan pesawat ruang angkasa, roket, ataupun kapal laut yang membutuhkan energi yang sangat besar maka penggunaan energi nuklir sebagai energi alternatif sangat cocok.

Jadi menurut saya ketiga bentuk energi alaternatif tersebut jangan dipilih satu-satu mana yang terbaik. Semua energi alternatif yang saya usulkan adalah bentuk energi yang sesuai dengan bidang penggunaannya, artinya bentuk energi ini tidak dapat melakukan seluruh fungsi dari minyak bumi tetapi dapat mewakili cakupan bidang tertentu saja.

Misalkan saja untuk mengganti minyak bumi yang digunakan dalam skala rumahan dan industri kecil bisa digunakan energi alternatif biomassa. Energi biomassa ini dapat berupa briket, biogas ataupun bentuk yang lain sebagaimana yang saya uraikan pada pembahasan diatas. Jadi bentuk energi biomassa ini bisa disesuaikan dengan keperluan. Selain itu penggunaan energi biomassa dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh bahan-bakar fosil. Karena bahan bakar ini dapat diperbaharui.

Contoh yang lainnya misalkan untuk mengganti minyak bumi sebagai bahan bakar kendaraan bermotor kita dapat menggunakan biodiesel. Biodiesel ini sangat baik sekali karena selain sumbernya bisa berasal dari alam, biodiesel ini juga dapat menurunkan angka pengangguran. Peran serta pemerintah, ilmuan dan juga teknokrat sangat vital dalam kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu perlu adanya harmonisasi antara pemerintah sebagai penentu kebijakan, ilmuan dan teknorat sebagai penggerak kebijakan dan  masyarakat sebagai pengikut kebijakan.

Apabila ketiga komponen itu berjalan maka roda perekonomian akan berjalan seimbang. Pengembangan biodiesel sebagai energi alternatif akan memberikan banyak lapangan pekerjaan pada berbagai lapisan masyarakat baik masyarakat kelas bawah maupun kelas atas. Masyarakat kelas bawah khususnya para petani dapat menyediakan bahan baku lewat hasil pertanian seperti kedelai, kelapa, kacang tanah, jagung  dan barang hasil pertanian lainnya.

Masyarakat menegah ke atas dapat berperan dalam proses pembuatan biodiesel dan menggerakan sektor industri. Bergeraknya masyarakat sesuai dengan perannya masing-masing akan menyebabkan roda perekonomian berjalan, mengurangi angka pengangguran dan kesenjangan antara kaya dan miskin. Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang mandiri karena dapat mencukupi kebutuhan energi tanpa harus banyak bergantung negara lain.

Jadi kesimpulannya energi alternatif tersebut dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi apabila digunakan secara integratif sesuai dengan bidangnya.

Evaluasi Kuliah

Kuliah kimia dan masyarakat pada  tanggal 27 Maret 2009 sungguh sangat spesial bagi penulis karena bisa bertemu dengan pejabat penting seperti Dr Dr.-Ing. Evita H. Legowo Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM).

Ilmu yang penulis dapat dari Bui Evita adalah nilai dari sebuah ketekunan, kerja keras, berjiwa besar dan juga berpikir positif. Itulah yang menjadi kunci Beliau dalam merintis karirnya.

Seseorang akan menjadi manusia besar diawali oleh pikirannya. Apabila pikiran manusia hanya berpikir kecil maka manusia tersebut tidak akan pernah menjadi orang-orang yang besar. Sebaliknya apabila manusia berpikir suatu hal yang besar maka manusia tersebut akan menjadi orang-orang yang besar.

Dalam menghadapi pembangunan yang berkelanjutan yang perlu diperhatikan adalah manusia yang berkualitas terutama dalam pemikiran daripada kuantitas manusia yang bekerja dalam pembangunan. Kualitas dari manusia dapat dilihat dari pola pikirnya. Dengan pemikiran yang besar dapat membuat manusia menjadi visioner. Manusia visioner merupakan manusia yang bisa melakukan pencapaian-pencapaian besar. Manusia-manusia visioner dapat menjadi golongan creative minority. Creative minority merupakan sekumpulan manusia yang minoritas yang dapat melakukan suatu perubahan besar.

Dalam menjalani hidup, tentu saja kita sebagai manusia selalu ada masalah dan tantangan yang diberikan Tuhan. Apa yang Tuhan berikan itu pastilah untuk menguji kita sebagai hamba apakah tetap berada dijalan-Nya atau tidak. Setiap orang punya masalah tapi yang membedakan orang yang satu dengan yang lain adalah bagaimana orang tersebut me-manage dan menyikapi masalah yang dihadapi.

Secara sadar ataupun tidak, kita sering mengeluh dan berpikir negatif terhadap keadaan atau situasi yang kita alami. Berpikiran negatif kepada sesama manusia saja tidak baik, apalagi kalau kita sampai berpikiran negatif kepada Sang Pencipta.

Keadaan kita tidak akan berubah dari satu kondisi ke kondisi lain, kecuali dengan usaha kita sendiri. Memang semuanya hanya akan terjadi dengan takdir Tuhan, tetapi dalam menjadikan segala sesuatu itu, Tuhan menggunakan sebab. Selama kita belum mengenal hukum perubahan ini dengan baik, maka segala upaya untuk mengatasi rasa cemas atau agar terbebas dari kesusahan, tidak berguna. Kita tidak akan mampu terbebas dari rasa cemas kecuali jika kita sendiri bersikeras untuk mengatasi hal ini.

Luruskan niat, perbanyak dan optimalkan ikhtiar. Hilangkan penyakit hati. Sering kali kita sendirilah yang membuat rasa cemas terjadi pada diri kita. Juga kita sendiri yang memilih terjadinya kesusahan dan kesedihan. Penyakit ini tentu bukan karena virus akan tetapi penyakit akibat adanya kerusakan pikiran kita dan akibat sedikitnya iman kita kepada Tuhan.

Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri. Kalimat sederhana itu bermakna dalam karena merupakan hal yang dapat membawa kebahagiaan bagi jiwa manusia. Ketika kita mencintai saudara kita seperti kita mencintai diri sendiri, dada kita akan terasa lapang. Jiwa kita terasa tenang dan kita akan merasakan puncak kepuasan.

Kebahagiaan kita menjadi bertambah ketika kita menanggalkan titik-titik hitam. Titik-titik hitam ini bisa berupa rasa dengki, iri, benci, dendam, dan sebagainya. Jangan bersedih dengan masa lalu. Pikirkan dan  laksanakan masa kini. Persiapkan diri untuk masa depan.

Adanya perasaan sedih karena masa lalu, juga karena mengingat peristiwa masa lalu yang tidak mungkin kembali lagi merupakan suatu kelemahan yang akan menjadikan seseorang terus merasa terus terbelenggu dan hanya akan menjadikannya lemah dan tak berdaya. Hal-hal seperti itulah yang dapat saya dapat dari kuliah kimia dan masyarakat pada waktu itu.

Evaluasi  perkuliahan ini dari penulis sedikit saja karena menurut penulis palaksanaan kuliah kimia dan pada masyarakat  pada hari Jumat yang lalu sudah baik.  Gilang sudah melaksanakan dengan baik sebagai host person dan maupun sebagai seorang moderator.

Saya mendapat pelajaran yang sangat berharga dari perkuliahan  ini apalagi informasinya langsung didapat dari orang yang tepat. Dulu saya berpikir kenapa potensi minyak kita dikerjakan oleh perusahaan asing padahal kalau kita mengelolanya sendiri kita akan memperoleh untung yang sangat banyak dan tidak perlu mengimpor  minyak dari negara lain. Tapi dengan penjelasan  Bu Evita saya bisa memahami apa yang terjadi dengan keadaan di negeri kita, ternyata tidak gampang berkecimpung dengan dunia perminyakan karena mempunyai resiko yang sangat besar.

Jadi sekarang saya tidak berpikiran buruk lagi dengan perusahaan-perusahan minyak  negara kita, saya bisa memahami apa yang terjadi. Tetapi suatu saat nanti kita harus mengambil alih dominasi perusahaan asing, kita harus berdiri sendiri dan itu adalah tugas saya, saya bisa melakukannya.

Daftar Pustaka

Singh, R.K and Misra, 2005, Biofuels from Biomass, Department of Chemical Engineering National Institue of Technology, Rourkela

Daugherty E.C, 2001, Biomass Energy Systems Efficiency:Analyzed through a Life Cycle Assessment, Lund Univesity.

Vest, H., 2003, Small Scale Briquetting and Carbonisation of Organic Residues for Fuel, Infogate, Eschborn, Germany

Amin Mutohar, 2008, Nuklir Sebagai Sumber Energi listrik (http://mutohar.wordpress.com/2008/01/19/nuklir-sebagai-sumber-energi-listrik)/

http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_nuklir (diakses tanggal 29 Maret 2009)

http://en.wikipedia.org/wiki/Biodiesel (diakses tanggal 29 Maret 2009)

http://www.cus.net/conservatories/conservatory-overview.html (diakses tanggal 29 Maret 2009)

http://netsains.com/category/artikel/  (diakses tanggal 29 Maret 2009)

About these ads

3 thoughts on “Mencari Kandidat Energi Alternatif Pengganti Minyak Bumi di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s