Teori Maslows : Hiererki Kebutuhan Manusia

Dalam kehidupannnya manusia mempunyai beberapa kebutuhan dasar dalam hal hidup dan kehidupannnya.  Terpenuhinya kebutuhan tersebut merupakan bekal agar dapat menjalankan peran dan fungsi manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan yang lain. Kebutuhan ini sangat penting untuk dipenuhi sehingga kalau salah satu kebutuhan saja tidak terpenuhi manuasia akan sulit untuk menjalankan peran dan fungsinya.

Hirarki tentang kebutuhan manusia telah banyak diungkapkan oleh beberapa  ahli psikologi, asalah satu teori yang terkenal adalah yang berasal dari Maslows. Dia menyusun teori berdasarkan tingkat kebutuhan yang mendasar dan kebutuhan yang paling utama ditempatkan dalam piramida yang paling bawah dan kemudian mengerucut keatas sebagai fungsi dari tingkat kebutuhan manusia. Teori Maslows sangat bermanfaat dalam berbagai bidang kebutuhan termasuk pendidikan. Teori ini sangat tepat sekali karena secara pribadi  penulis juga merasakan kebenaran teori tersebut. Adapun teori Maslows dari piramida paling bawah yaitu kebutuhan akan biologis dan kebutuhan fisiologis, kebutuhan  rasa aman, kebutuhan cinta dan kepemilikan, kebutuhan status social dan kebutuhan aktualisasi diri.[2]

Piramida hiraki kebutuhan mnurut teori maslows ini dapat dilihat di bawah

 

Gambar: Hierarki kebutuhan manusia berasal dari teori maslows

Sumber: http://www.businessball.com/maslows.html

Kebutuhan pertama yang harus dipenuhi oleh manusia adalah kebutuhan biologis dan fisiologis. Kebutuhan ini wajib dipenuhi karena menyangkut tentang proses hidup. Tidak terpenuhinya kebutuhan ini menyebabkan manusia akan mati. Kebutuhan mendasar ini berupa kebutuhan akan air untuk minum, udara untuk bernafas, makanan, istirahat, tidur dan sex.

Coba kita bayangkan kalau kita tidak minum selama satu minggu, dapat dipastikan manusia tersebut akan mati karena proses metabolisme yang terjadi dalam sel memerlukan air sebagai media transportasai. Betapa pentingnya kebutuhan tersebut sehingga Negara wajib menjamin kebutuhan tersebut. Dan jaminan kebutuhan masyarakat tersebut terdapat dalam batang tubuh undang-undang dasar 1945 pasal 33 ayat 3 yang berbunyi: Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.[3]

Namun pelaksanaannya Negara belum mampu melayani kebutuhan masyarakat tersebut sehingga banyak masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu perlu adanya terobosan dari aparat pemerintahan supaya kebutuhan mayarakat yang paling penting itu dapat terpenuhi.

Setelah kebutuhan biologis dan fiosiologis  terpenuhi selanjutnya manusia memerlukan kebutuhan rasa aman untuk menjaga agar kebutuhan fisiologis dan biologis tersebut terpenuhi tanpa adanya gangguan yang membahayakan. Oleh karena itu untuk memelihara  rasa aman itu diperlukan adanya payung hukum yang menjaganya. Apa yang akan terjadi apabila payung hukum tidak berjalan, mungkin manusia akan seenaknya memenuhi kebutuhan fisiologis dan biologis, mungkin itu trjadi dalam bentuk pencurian terhadap hak-hak orang lain dan lain-lain.

Setelah kebutuhan fisiologis dan keamanan  itu telah terpenuhi  selanjutnya manusia memerlukan rasa cinta baik dari laewan jenis, orang tua, saudara dan teman teman sekitarnya. Tanpa cinta banyak orang mengatakan bahwa hidup ini terasa hampa. Mungkin itu bukan sekedar kata-kata mutiara belaka tapi mengandung arti yang sangat dalam. Rasa ingin memiliki, rasa cinta terhadap lawan jenis merupakan hal yang wajar dan wajib dipenuhi dan jangan dilawan. Apabila kita melawannya berarti kita melawan kodrat sebagai manusia yang mempunyai cinta dan kasih sayang.

Namun rasa cinta itu mesti disalurkan dengan cara yang benar yaitu dengan pernikahan. Sebenarnya penulis mengartikan rasa cinta itu tidak sempit bukan hanya terhadap lawan jenis tetapi rasa cinta Dari sanak saudara, keluarga teman dekat juga sangat diperlukan. Bahkan sekarang banayak terjadi kasus kenakalan remaja sebagai akibat tidak adanya rasa cinta dari keluarga yang disebabkan oleh rumah tangga yang tidak harmonis. Oleh karena itu setiap orang memerlukan rasa cinta tersebut.

Setelah kebutuhan-kebutuhan dasar tersbut terpenuhi, kemudian kebutuhan yang mesti dipenuhi selanjutnya adalah kebutuhan status social. Manusia secara lahiriah perlu adanya pengakuan dari orang lain dan menandakan dirinya itu ada(exist). Kebutuhan ini akan dipikirkan manusia apabila kebutuhan-kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Kebutuhan akan status sosial dan pengakuan dari orang lain. Misalkan saja seorang pengusaha yang sudah mapan secara materil tetap berambisi menjadi seoarng calon legislative(caleg), pemenuhan tersebut bukan semata-mata ingin mencari kekayaan tetapi hanya ingin mendapat status social dari masyarakat bukan lagi mencari kekayaan.

 

 

Gambar: aktualisasai diri seorng musisi dan seorang pesepakbola cilik

Sumber: http://www.google.com

Kebutuhan terakhir yang harus dipenuhi oleh manusia dalah kebutuhan aktualisasi diri. Seorang musisi akan terus membut lagu dan music, seorang novelis akan terus menulis, seorang ilmuan akan terus mencari penmuan-penemuan baru. Hal tersebut adalah aktualisasi diri manusia terhadp bidangnya. Tanpa aktualisasi diri manusia akan sulit berkembang karena melawan  keinginannya sendiri. Bukti akan aktualisasi diri diantaranya seorang pesepakbola akan meninggalkan klub asalnya dan berpindah ke klub yang lebih kecil dan mungkin gajinyapun lebih rendah daripada klub salnya apabila sering dibangku cadangkan. Pesepakbola tersebut perlu adanya aktualisasi diri yaitu keinginan untuk bermain walaupun sebenarnya gajinya akan sama meskipun tidak main juga.

Motivasi dalam bekerja perlu sekali untuk meningkatkan etos kerja. Tanpa motivasi kerja orang cenderung statis dan tidak adanya motivasi untuk menghasilkan inovasi-inovasi trtyentu. Ada beberapa pendapat tentang teori motivasi yang bersal dari para ahli diantaranya pendapat yang bersal dari Sondang P. Siagian sebagai-mana dikutip oleh Soleh Purnomo (2004:36) menyatakan bahwa motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk menggerakkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau ketrampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Dari pengertian ini, jelaslah bahwa dengan memberikan motivasi yang tepat, maka karyawan akan terdorong untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya dan mereka akan meyakini bahwa dengan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan berbagai sasarannya, maka kepentingan-kepentingan pribadinya akan terpelihara pula.

Ada juga teori motivasi yang dikemukaakan oleh Hezbrew yaitu teori dua faktor. Faktor tersebuta yaitu faktor motivator(intrinsik) dan faktor hygiene(ekstrinsik). Faktor intrinsik atau juga disebut faktor motivator berasal dari dalam diri pribadi misalnya tanggung jawab kerja, tentangan pekerjaan, prestasi yang diraih,peluang untuk mju dan pengakuan dari orang lain.

Adapun faktor eksrinsik berasal dari luar dan Menurut Herzberg faktor hygienis/extrinsic factor tidak akan mendorong minat para pegawai untuk berforma baik, akan tetapi jika faktor-faktor ini dianggap tidak dapat memuaskan dalam berbagai hal seperti gaji tidak memadai, kondisi kerja tidak menyenangkan, faktor-faktor itu dapat menjadi sumber ketidakpuasan potensial (Cushway & Lodge, 1995 : 139).[4]