Evaluasi Kuliah Kimia dan Masyarakat: kesan yang begitu hebat…

 

 

Tak terasa kuliah kimia dan masyarakat sudah selesai. Akhirnya saya bisa menjadi diri sendiri lagi, ”back to the nature”. Keadaan saya sekarang ini tidak kelihatan seperti orang yang rajin  seperti saat-saat kuliah kimia dan masyarakat. Menurut hemat saya, level tertinggi tingkat   ”kerajinan” saya adalah ketika mendalami ilmu dari kuliah kimia dan masyarakat. Di dalam kuliah tersebut saya dididik untuk menjadi pribadi yang rajin, sopan dalam berpakaian, dan datang tepat waktu.

Tapi sayangnya kuliah ini hanya berlangsung selama enam minggu, jadi level “kerajinan” tertinggi saya hanya bertahan selama 6 minggu, tepatnya sampai hari Senin tanggal 13 April 2009 sebelum batas  pengumpulan resume terakhir. Saya hanya bisa rajin selama enam minggu tetapi tidak apa-apa, toh hal tersebut membuat saya setidaknya pernah di-cap oleh teman-teman non-honours sebagai orang yang pernah rajin.

Menurut saya, kuliah kimia dan masyarakat waktunya kurang buat saya. Soalnya waktu selama 6 minggu belum bisa membuat saya menjadi rajin secara “permanen”. Menurut istilah kimianya waktu 6 minggu belum bisa melampaui energi aktivasi tingkat “kerajinan” saya. Jadi kalau misalkan kuliah masyarakat dilakukan selama satu semester, saya yakin energi selama enam bulan dapat melampaui energi aktivasi “kerajinan” saya. Kalau kuliah ini dilakukan selam enam bulan saya akan menjadi mahasiswa yang “rajin permanen”. Jadi mahasiswa yang baru, dan semangat yang baru pula, saya yakin itu.

Tetapi saya merasa bersyukur meskipun hanya cuma 6 minggu, saya merasa beruntung, saya mendapat banyak pelajaran. Saya berharap suatu saat nanti bisa menaikan level saya dari pemalas menjadi perajin  maksud saya orang yang rajin. Tentunya saya berharap bukan tugas resume lagi yang menguji saya tetapi ujian lain yang lebih menantang.

Pada awalnya, saya sangat malas untuk mengikuti kuliah ini. Saya menganggap bahwa kuliah ini sangat tidak berguna karena waktunya yang sangat lama dan tugas yang diberikan sangat berat. Namun pikiran itu kini telah berubah. Pada kuliah pertama dengan Ibu Mega, saya masih menganggap kuliah ini tidak berguna dan hanya membuang-buang waktu saja.

Namun, setelah mengikuti kuliah pertama dengan Bapak Eri pikiran tersebut perlahan-lahan mulai berubah. Saya mulai menyadari pentingnya kuliah ini. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu saya kini sangat menyukai kuliah ini meskipun banyak menyita waktu dan tugasnya sangat berat. Tugas kuliah kimia dan masyarakat cukup sederhana yaitu membuat resume sebanyak sepuluh halaman, spasi tunggal, jenis huruf Trebucht MS, dan ukuran huruf 11. Walaupun demikian kuliah ini memberikan ilmu yang sangat dahsyat bagi saya.

Kuliah ini sempat membuat entropi kehidupan saya meningkat, sangat menghabiskan waktu, penuh kesibukan apalagi setiap malam Jumat saya harus begadang ataupun tidak tidur sama sekali demi menghasilkan 10 lembar resume kuliah. Buat saya itu adalah sebuah keuntungan dan bukan kerugian apalagi saya belum terbiasa belajar menulis dengan baik.

Tulisan saya dapat dibedakan dari tulisan yang lainnnya yaitu tidak dapat dibedakan mana subjek, predikat dan objeknya. Tetapi hal tersebut saya rasa wajar saja, karena merupakan proses belajar. Sama dengan kuliah kimia dan masyarakat yaitu berguru kepada orang-orang yang sudah berpengalaman dan ahli dalam bidangnya. Saya sangat beruntung sekali.

Saya sempat down setiap mau menginjak malam Jumat. Ketakutan itu semakin mencekam menjelang tengah malam. Ketakutan itu biasanya terjadi karena sampai jam tersebut saya belum bisa mendapatkan ide untuk menulis resume. Ada dua pilihan ketika menunggu detik-detik tengah malam jumat yaitu saya tertidur karena tidak mendapatkan inspirasi menulis dan dilanjutkan hari esoknya atau terus “bertapa” sampai fajar pagi menjelang apabila saya mendapatkan ide cemerlang.

Jam-jam tersebut sangat menentukan bagi saya karena menyangkut hidup dan kehidupann saya. Tapi yang lebih hebatntya lagi biasanya saya mendapatkan inspirasi brilian ketika  mendekati detik-detik yang menentukan itu dan tidak sampai hari esoknya mengerjakan resume kimas. Menurut saya itu adalah suatu pencapaian yang luar biasa yang pernah saya capai selama kehidupan saya.

Adanya ketegangan, ketakutan, kecemasan dan semburan adrenalin yang memancar melewati urat nadi, membuat saya merasa semua itu mengandung pelajaran yang berharga. Saya berpikir bahawa hal tersebut akan menjadi masa lalu pada akhirnya dan memberikan manfaat yang sangat berharga.

Menghadapi tugas resume, saya harus  menyingkirkan paradigma yang jelek tentang rasa malas dan rasa bosan. Saya harus grow up dan tetap survive apapun tugasnya. Saya berpendapat bahwa ilmu yang saya peroleh itu akan bermanfaat pada suatu saat nanti walaupun sebenarnya tidak berkaitan dengan interest saya. Suatu saat ilmu dari matakuliah kimia & masyarakat pasti memberikan manfaat ketika kita berhadapan di dunia kerja. Walupun tidak secara langsung, tetapi  kegigihan kita untuk bagaimana mempelajari hal-hal yang baru, bertahan dengan sesuatu yang sama sekali tidak suka, membalikan paradigma yang salah dan lain-lain itu adalah sesuatu yang bermanfaat pada suatu saat nanti.

Saya mendapat banyak hal yang berharga dari perkuliahan ini diantaranya pentingnya menghargai waktu. Pikiran saya sebelumnya tentang waktu adalah bahwa waktu adalah milik saya sepenuhnya, orang lain tidak berhak menggangu hak paling berharga saya. Saya berpikir bahwa orang lain harus mengikuti siklus waktu saya.

Tapi kenyataannya dalam siklus waktu itu terdapat hak orang lain untuk menggunakan waktunya. Dan sangat keterlaluan sekali apabila saya bersikap diktator terhadap pengguanan waktu ini. Dalam kuliah ini saya mendapatkan pelajaran bahwa saya harus menghargai waktu yang diberikan orang lain untuk saya. Jadi selama perkuliahan ini saya berusaha untuk tepat pada waktunya. Saya harus datang paling awal dibandingkan dengan teman-teman yang lainnya. Saya ingin membuktikan dedikasi saya terhadap waktu dimulai dengan menghadiri kuliah kimia dan masyarakat tepat waktu dan mengumpulkan resume sesuai dengan jadwal yang telah diberlakukan. Untuk urusan waku ini saya  bisa meyakinkan diri sendiri bahwa saya adalah orang yang bisa menghargai waktu.

Selain itu saya mendapat pelajaran bahwa saya harus menghindari kesalahan-kesalahan kecil, diantaranya dengan berusaha mengurangi kesalahan mengetik. Saya cukup surprise juga bahwa dedikasi Bu Mega terhadap perkuliahan ini sangat besar. Saya belum bisa membayangkan bahwa dengan kesibukan Bu Mega yang “seabrek” itu masih sempat juga memeriksa resume kami sampai se-detail mungkin. Sampai-sampai kesalahan pengetikan setiap mahasiswa  dihitung, hebat sekali menurut saya.

Untuk urusan ini saya belum bisa menyamai Bu Mega. Buktinya saja, kalau misalkan saya memeriksa laporan dari praktikan yang saya asisteni, saya hanya bisa memeriksa dengan metode scanning, artinya cukup dilihat dari ketebalannya tanpa melihat substansinya apalagi kesalahan pengetikannya. Saya salut sekali dengan Bu Mega, saya juga ingin seperti itu.

Pelajaran mengenai orientasi pada detail sangat berguna sekali di dalam dunia kerja. Karena menurut Mas Oho yaitu salah seorang tamu pada kuliah kimia dan masyarakat berpendapat bahawa dunia kerja kompleksitasya jauh-jauh berbeda dibandingkan dengan perkuliahan. Makanya kita harus siap dengan hal-hal seperti itu. Satu hal lagi yang saya peroleh dari  Mas Oho  yaitu di dunia kerja tidak ada namanya kesalahan semuanya harus dilakukan dengan benar dan tidak boleh salah, berbeda  dengan perkuliahan yang masih ada pengampunan. Jadi kita harus tetap siap walaupun level kita harus turun sampai ke dasar  karena akibat kesalahan kita. Oleh karena itu kita harus berorinetasi pada hal-hal yang biasa dianggap remeh.

Menurut saya kuliah ini sangat penting bukan hanya bagi mahasiswa akan tetapi juga bagi mahasiswa non-honours lainnya. Saya sangat setuju sekali jika kuliah ini dijadikan kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa kimia. Karena menurut saya sangat tidak adil sekali jika kuliah ini hanya diwajibkan bagi mahasiswa honours karena kuliah ini tidak memerlukan sarana dan prasarana  yang besar. Akan tetapi akan lebih baik jika waktu kuliahnya dikurangi terutama pada saat evaluasi dari Ibu Mega dan jumlah pertemuan ditambah dan tugas dikurangi. Evaluasi dari Ibu Mega meskipun sangat penting tetapi tidak perlu panjang lebar. Evaluasi dari Ibu Mega menunjukkan bahwa Ibu Mega menghargai hasil kerja keras kami.

Menurut saya, kurikulum di Program Studi Kimia ITB kurang memperhatikan mengenai soft skill. Menurut saya mahasiswa kimia lebih banyak “terpenjara” di laboratorium untuk melakukan praktikum dan kurang mendapatkan materi yang berguna saat lulus nanti dan terjun di masyarakat dan industri.

Saran saya yang lain adalah agar dosen pengajar yang didatangkan tidak hanya dari alumnus Kimia ITB, tetapi juga dari luar ITB misalnya dari intansi pemerintahan agar lebih membuka wawasan kami.

Pada perkuliahan yang lalu, pembicaranya sudah cukup baik yaitu tidak hanya berasal dari alumnus kimia tetapi ada pebicara yang berasal dari bidang yang sama sekali tidak berkaitan secara langsung  dengan kimia. Misalakan saja kedatangna Pak Nanang yang membuka wawasan tentang LSM dan Pak Eri yang membawakan kuliah tentang komunikasi. Saya sangat menikmati sekali kuliah dengan pak Eri dan Pak Nanang karena bidangnya jauh dari jangkauan keilmun saya. Jadi saya bisa belajar lebih banyak dari beliau.

Tetapi saran saya untuk kedepan, tidak ada salahanya kalau dosen tamu yang berasal dari non-kimia diperbanyak dan pematerinya itu di-update. Artinya menurut saya alangkah lebih baik apabila dosen tamu yang bukan berasal dari kimia terkait dengan kejadian yang sedang hangat-hangatmya. Misalkan saja pada saat pemilu, kita bisa mendatangkan tokoh politik atau para caleg. Dari mereka setidaknya kita mengetahui tentang ilmu pemerintahan. Menurut saya masih banyak dosen tamu non-kimia yang kompeten untuk didatangkan pada kuliah kimia dan masyarakat.

Ibu Megawati Santoso sebagai dosen kuliah telah melakukan tugasnya dengan sangat baik sekali. Beliau mengajarkan kami banyak hal yang tidak kami dapatkan saat kuliah lainnya. Beliau sangat konsisten dengan apa yang beliau katakan misalnya mengenai keterlambatan. Beliau melarang kami terlambat dan beliau juga datang tepat waktu, bahkan jauh sebelum kuliah dimulai. Saya sangat menghargai sekali dengan dedikasi beliau. Semoga saja saya bisa mengikutinya.

Khusus untuk Pak Sarwono saya tidak bisa berbicara panjang lebar. Karena saya belum bisa merasakan “sihir” beliau yang bisa membuat Mas Oho dan Pak Gilbert menjadi orang yang sukses. Menurut pengakuan Mas Oho dan Pak Gilbert, sosok Pak Sarwono ini bisa memberikan motivasi yang sangat berharga pada mahasiswanya sehingga bisa termotivasi untuk membuat suatu karya terbaik.

Untuk Pak Sarwono saya jujur saya belum merasakan “sihir” Bapak. Tetapi suatu saat nanti saya bisa merasakan sihir Pak Sarwono. Mungkin pada saat semester akhir saya bisa mengikuti kuliah beliau dengan mengikuti kuliah Biokimia Pangan. Saya sangat mengaharapkan sekali pesan-pesan yang sangat berharga dari orang tua seperti Pak Sarwono karena menurut saya pesan-pesan yang diutarakan oleh Pak Sarwono ini adalah pesan-pesan yang timbul dari pengalaman hidupnya, bukan pesan-pesan yang semata-mata berasal dari teori saja atau buku-buku motivasi.  Saya sangat menantikan sekali Pak.

Sekian saja kesan dan saran dari saya. Semoga saja setelah mengikuti pendidikan yang sangat berharga selama enam minggu ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa melaju ke level yang lebih tinggi lagi. Terimakasih Bu Mega termakasih Pak Sarwono, terimakasih teman-teman.

One thought on “Evaluasi Kuliah Kimia dan Masyarakat: kesan yang begitu hebat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s