Teori X dan Y

Teori X dan Y

Pada tahun 1960 , Douglas Mcgregor menugusulkan teori x dan y yang disusun dalam bukunya yang berjudulThe Human Side of Enterprise. Dalam teorinya ini, dia menjelaskn tentang teori bagaimana memotivasi para karyawan pada sebuah perusaahaan.

Dalam teori X, dia menjelaskan bahwa rata-rata orang mmpunyai kecnderungan untuk tidak ingin bekerja, tidak ingin tangguang jawab, tidak mempunyai ambisi, tidak mempunyai kemapuan dan tidak peduli terhadap tujuan perusahaan.

Untuk kasus ini diperlukan adanya kontrol dari pimpinan supaya dapat diarahkan, dilatih dan dimaksimalkan. Oleh karena itu diperlukan adanya manajemen yang baik agar dapat mengatur para karyawan. Pada intinya teori X menjelsakan bahwa alasan orang bekerja adalah karena uang dan keamanan hidup.Dalam kasus ini aturan adalah cara yabng terbaik untuk mengatur kinerja para karyawan.

Hal yang sebaliknya dengan teori X , Douglas McGregor mengusulkan teori Y. Dalam teori Y dia menjelaskan bahwa sebenarnya secara alami karyawan itu mempunyai keinginan untuk bekerja, mempunyai ambisi dan mempunyai tanggung jawab. Oleh karena itu aturan perusahaan bertindak sebagai pendorong agar potensi dari setiap individu itu dapat dimaksimalkan .

Teori X dan Y memang ada benarnya kalau kita dilihat dalam lingkungan sekitar kita.Etos kerja setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kondisi alam, lingkungan dia hidup, dan budaya. Sebagai contoh kita bandingkan antara budaya orang Jepang dan budaya orang Indonesia. Kalau saya boleh berpendapat, etos kerja orang Indonesia dan orang berbedaa sangat berbeda. Saya berpendapat bahwa teori X sangat cocok bagi orang Indonesia dan teori Y lebih Jepang walaupun tidak sepenuhnya benar. Orang Indonesia cebderung dimanjaan oleh kondisi alam yang sangat nyaman, matahari bersinar sepanjang hari, tanahnya subur dan kekayaan alam yang sangat melimpah, lain halnya dengan orang Jepang kondisi alamnya tidak terlalu kaya  dan sering terjadi bencana.

Adanya perbedaan kondisi menyebakan budaya yang tebentukpun akan berbeda. Orang Indonesia cenderung malas bekerja karena dengan tidak bekerjapun akan dapat mencukupi  kebutuhan karena mempunyai kekayaan yang melimpah. Lain halnya dengan orang Jepang , mereka mempunyai etos kerja yang sangat tinggi Karena mereka sadar bahwa kekayaann aamnya kurang sehingga salah satu pilihan agar mereka tetep survive adalah bekerja dengan keras. Oleh karena itu potensi dasar yang dimiliki oleh setiap manusia dapat digunakan secara maksimal.[5]

 

Gambar: Jenis pekerjaan yang berbeda-beda tergantung pada budaya masyarakat dan sumber daya    alam.

Sumber  http://upload.wikimedia.org/wikibooks/en/thumb/2/29/World_at_Work_Cover.png/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s