Resume Presentasi: GMO, Microarray Analysis, Sistem Regulasi Gen, Stem Cell dan Nobel Kedoketeran 2004

Hari ini ceritanya, batas akhir mengumpulkan resume presentasi hari Sabtu matakuliah Bioteknologi Molekuler, atau anak-anak sering nyebut Biotekmol, heran gw sejak kapan matkul ini disebut kaya gtoooh. Anak kimia emang aneh-aneh suka menyingkat sesuatu dengan hal-hal yang  “TEU PARARUGUH ” . Singkat cerita matakuliah yang diasuh oleh pak ASN ini ngadain presentasi hari Sabtu, dan gw yang belum giliran presentasi mesti buat resume dan tiga pertanyan. Ngerti atau nggak resentasinya pokoke gw mesti buat tiga pertanyaan titik! begitu pesan pak ASN. Dan sore ini, gw harus meng-email tugas resume tersebut.  Walaupun sebenarnya gw gak ngerti apa yang mereka persentasikan pleus gw gak nulis catatan, sehingga gw gak ngeh apa yang mesti ditulis. Dengan bantuan 5 orang profesor dari GOOGLE UNIVERSITY ditambah improvisasi otak gw, akhirnya tugas resume ini kelar juga. Benar ato gak itumaah  urusan Tuhan dan Pak ASN. Pokoknya, gw udah beres buat resume dan bisa mempersiapkan apabila selasa besok gw giliran presentasi. Senang sekali bila ada yang membaca resume ini bisa mereview keasalahan gw…Thanks bgt….

1. Nobel kedokteran 2004: Mekanisme penciuman.

Penemuan yang sangat besar manfaatnya dilakukan oleh Linda dan Richard yang berhasil menemukan mekanisme indera penciuman.  Dari penemuannya itu, mereka berdua mendapat hadiah kedokteran pada tahun 2004. Mereka berhasil menemukan protein reseptor penciuman. Protein receptor penciuman itu disebut GPCR (G-protein coupled receptor). Protein GPCR ini diketahui memiliki kemampuan untuk mengenali beberapa molekul bau karena perbedaan asam amino penyusunnya. Mekanisme penciuman dimulai dengan menempelnya molekul bau pada reseptor protein GPCR. Menempelnya molekul bau/odoran ini mengakibatkan perubahan konformasi terjadi pada protein GPCR sehingga mengaktifkan protein G. Aktifnya protein G ini menstimulasi pengkatifan cAMP, cAMP lalu mengaktifkan protein pada terowongan ion (ion channel) sehingga terjadi aliran Na+ dan mengakibatkan perbedaan potensial. Perbedaan potential ini mengakibatkan terjadinya sinyal lisrik yang disampaikan melalui syaraf ke otak. Otak kemuadain merubah sinyal listrik itu menjadi persepsi bau.

2. Stem cell

Stem cell atau disebut juga sel punca atau sel induk adalah sel yang tidak/belum terspesialisasi yang mempunyai dua  sifat yaitu mempunyai kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). Dalam hal ini stem cell mampu berkembang  menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain. Selain itu juga stem cell mempunyai kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini stem cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.

3. Sistem regulasi gen

Makhluk hidup seperti manusia berasal dari sel. Setiap sel  mengandung informasi genetik yang sama yang disebut genom. Sel-sel yang terdapat pada hidung, kepala, jantung dan mata mempunyai informasi genetik yang sama. Tetapi masalahnya kenapa sel yang berada di tangan tidak membentuk mata dan sel yang terdapat pada hidung membentuk hidung yang sedemikian rupa berbeda bentuknya dengan sel yang ada pada kaki atau tangan. Hal ini bisa dijelaskan karena mekanisme sistem ekspresi gen. Artinya pada sistem ini gen bekerja sesuai dengan regulasi tertentu. Gen yang ada di mata membentuk protein yang ada di mata dan gen yang ada di tangan mengekpresikan protein yang ada di tangan. Adanya sistem regulasi gen ini menjadikan sel bekerja sesuai dengan fungsinya.

4. GMO

Genetic Modified Organism (GMO) adalah organisme hasil rekayasa genetika yang berubah sifatnya disebabkan adanya pemindahan informasi genetik dari organisme lain. GMO terjadi karena berkembangnya teknik DNA rekombinan. Gen yang diinginkan dari organisme lain dapat direkombinasikan dengan DNA organisme tertentu sehingga organisme hasil rekombinasi ini memiliki sifat tertentu yang sama sesuai dengan sifat gen yang diinsersikan. Organisme yang memiliki gen baru ini disebuat organisme transgenik. Mekanisme transfer gen ini dilakukan dengan penembakan gen  langsung menuju inti sel dengan menggunakan senjata gen (gene gun) atau dengan menggunakan syringe yang sangat kecil. Bisa juga mekanisme transfer gen ini menggunakan virus atau mikroorganime lain misalnya Agrobacterium yang mempunyai kemampuan mentransfer gen ke dalam tanaman, dan Lentevirus yang mempunyai kemapuan mentransfer gen ke dalam hewan.

5. Microarray analysis

Pengembangan teknologi baru yang dinamakan Chip DNA atau DNA microarray, telah menjanjikan untuk dapat mengatasi persoalan dalam analisis pola-pola ekspresi sejumlah besar gen yang dimiliki manusia. Dinamakan chip-DNA karena teknologi ini menggunakan lempengan kecil (chip) yang terbuat dari kaca yang di atasnya ditata sejumlah ribuan atau bahkan puluhan ribu jenis gen dalam bentuk fragmen DNA hasil penggandaan dari cDNA. Selanjutnya chip yang memuat fragmen DNA dari ribuan jenis gen tersebut digunakan untuk menganalisis ekspresi gen dari suatu jenis sel dengan metode hibridisasi. Pola ekspresi genetik dan jenis gen yang dapat dianalisis dengan teknik ini tergantung pada ketersediaan DNA dari gen yang ada pada chip DNA.

One thought on “Resume Presentasi: GMO, Microarray Analysis, Sistem Regulasi Gen, Stem Cell dan Nobel Kedoketeran 2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s