Resume Presentasi 3: DNA fingerprint, Variasi DNA, Regulasi gen, Cross Species Recombinant dan Mental Disorder

  1. DNA fingerprint oleh Meri Christina

DNA fingerprint atau yang lebih dikenal dengan sidik jari DNA adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kekhasan pola DNA setiap individu khususnya dalam bidang forensik. DNA fingerprint setiap individu berbeda-beda sehingga dapat digunakan sebagai bukti forensik pada kasus kejahatan. Tes DNA ini bisa digunakan DNA yang terdapat pada inti sel atau DNA mitokondria. Namun DNA inti yang sering digunakaan karena DNA mitokondria sering mengalami mutasi.

Metode analisis DNA fingerprint dimulai dengan isolasi DNA, kemudian sampel DNA diamplifikasi dengan menggunakan PCR. Sampel DNA 1 nanogram saja sudah cukup karena dengan menggunakan PCR, DNA bisa diamplifikasi dalam jumlah yang sangat banyak dan meningkat secara eksponensial.

Selanjutnya kopi DNA hasil PCR danalisis dengan mengguanakan elektroforesis. Karena pola migrasi DNA fingerprint setiap individu berbeda maka analisis ini digunakan sebagai landasan untuk uji forensik pada kasus kejahatan. Seorang pelaku pemerkosa akan diketahui memiliki pola migrasi  yang sama dengan DNA inti pada spermanya.  Oleh karena itu DNA fingerprint sangat berguna dalam bidang forensik.

2. Variasi DNA oleh Hidawati

Salah satu contoh yang menyebakan variasi DNA adalah terjadinya mutasi. Mutasi ini sering terjadi pada DNA inti dan DNA mitokondria. Namun DNA mitokondria memiliki frekuensi mutasi sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan DNA inti. Salah satu alasan kenapa DNA mitokondria lebih sering terjadi mutasi dibandingkan dengan DNA inti dikarenakan lokasi DNA mitokondria berada pada sitoplasma. Oleh karena itu DNA mitokondria bisa mengalami mutasi oleh mutagen diantaranya sinar UV, agen alkilasi, ion radikal dan lain-lain. Mutasi yang terjadi pada DNA bisa menguntungkan atau merugikan. Salah satu contoh mutasi yang merugikan adalah timbulnya tumor atau kanker sedangkan muitasi yang menguntungkan diantaranya mutasi pada sekelompok penduduk di Afrika yang mengalami resisten terhadap malaria. Oleh karena itu mutasi menyebabkan variasi pada DNA.

3. Regulasi gen oleh Khabib Khumaini

Sebagaimana telah dijelaskan dalam resume sebelumnya bahwa ekspresi gen di dalam sel berjalan secara efisien karena adanya sistem regulasi. Sistem regulasi ini bekerja dengan cara mengatur ekspresi enzim di dalam jalur metabolisme. Sistem regulasi ini berbeda-beda ada yang berada pada tiungkat protein seperti enzim allosterik dan ada juga pada level gen seperti Lac operon.  Sistem regulasi pada tingkat gen misal lac operon, bekerja dengan cara mengatur penempelan enzim transcriptase (pengendali transkripsi) dengan promoter. Sedangkan sistem Trp operon diatur oleh kuantitas triptofan di dalam lingkungan. Apabila jumlah triptofan sedikit maka sistem Trp Operon ini bekerja untuk menghasilkan triptofan, begitupula sebaliknya.

Apabila sistem regulasi ini terganggu maka akan menimbulakan sel kanker. Sel kanker adalah suatu sel yang membelah tanpa henti. Pengetahuan mengenai sistem regulasi ini berguna untuk menemukan bagaimana sel kanker itu bisa dimatikan.

4. Cross Species Recombinant oleh Asro

Cross species recombinant adalah salah satu contoh aplikasi dari teknik DNA rekombinan. Di dalam cross species recombinant terjadi penyilangan antar spesies sehingga menghasilkan individu baru yang merupakan gabungan pewarisan sifat dari dua individu yang berbeda. Salah satu contoh diantaranya perkawinan silang antara dua jenis anjing dari spesies yang berbeda untuk menghasilkan speies yang baru.

5. Mental Disorder oleh Dita Ayu Pratiwi

Mental disorder bisa disebabakan oleh kelainan genetik. Salah satu contoh diantaranya autis. Autis adalah suatu keterbelakangan mental yang disebabakan oleh kerusakan genetik yang menyebabkan  gangguan metabolism sehingga mengalami keterbelakangan mental. Salah satu contoh gejala autis adalah menarik diri dari kehidupan sosial, keterbelakangan dalam hal komunikasi, ambisius terhadap suatu hal, melakukan kegiatan yang berulang-ulang, egosentris dan lain-lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s